BPS Sebut Sultra Masih Tercatat Alami Inflasi, Tertinggi di Kota Bau-bau

Kendari – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) baru saja merilis beberapa indikator strategis terkini terkait Inflasi, NTP, Ekspor-Impor, TPK, dan Transportasi.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tenggara, Agnes Widiastuti, dalam siaran persnya di BPS Sultra, Kamis 1 Februari 2024.

“Pada Januari 2024 inflasi Year on Year (y-on-y) Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar 2,46 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Baubau sebesar 3,88 persen,” katanya.

Sambungnya untuk Nilai Tukar Petani (NTP) Sulawesi Tenggara pada Januari 2024 tercatat 107,83 atau mengalami kenaikan sebesar 1,28 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 106,47.

“Nilai ekspor Sulawesi Tenggara Desember 2023 mencapai US$458,84 juta atau naik 5,51 persen dibanding ekspor November 2023 yang tercatat US$434,90 juta,” tambahnya.

Lanjutnya untuk nilai impor Sulawesi Tenggara Desember 2023 mencapai US$183,51 juta, naik 8,14 persen dibandingkan November 2023.

“Tingkat Penghunian Kamar Hotel Bintang di Provinsi Sulawesi Tenggara Desember 2023 Turun 1,99 poin,” ungkapnya.

Pihaknya juga menuturkan bahwa untuk jumlah penumpang yang berangkat menggunakan angkutan udara di Provinsi Sulawesi Tenggara bulan Desember 2023 naik 6,38 persen.

Sementara itu pada Desember 2023 terjadi Inflasi year on year (yoy) 2,58 persen pada gabungan dua kota IHK di Sulawesi Tenggara, dengan IHK sebesar 118,84. Secara month to month (mtm) inflasi gabungan dua kota IHK sebesar 0,47 persen dan tingkat inflasi year to date (ytd) sebesar 2,58 persen.

Dan sebelumnya pada Sabtu 2 November 2023 berdasarkan data BPS Sultra tercatat mengalami inflasi senilai 2,87 Persen.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait