Minggu, Juli 19, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Jelang Ramadan dan Idul Fitri, Polda Sultra Gelar Apel Operasi Keselamatan Anoa 2026

KENDARIKINI.COM — Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara menggelar Apel Operasi Keselamatan Anoa 2026 di halaman depan Mapolda Sultra, Senin (2/2/2026).

Operasi ini dilaksanakan menjelang Bulan Ramadan 1447 Hijriah dan Idul Fitri 1447 Hijriah guna menciptakan keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Sultra.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2013 tentang Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan, sebagai bentuk komitmen Polda Sultra dalam meningkatkan keselamatan berlalu lintas.

Kapolda Sultra Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko melalui Wakil Kepala Polda Sultra Brigjen Pol. Gidion Arif Setyawan menyampaikan bahwa permasalahan lalu lintas saat ini semakin kompleks seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk serta pertumbuhan kendaraan bermotor.

“Transportasi menjadi kebutuhan utama masyarakat, namun belum diimbangi dengan disiplin berlalu lintas yang baik. Pelanggaran rambu, batas kecepatan, hingga penggunaan perlengkapan keselamatan masih sering terjadi dan berdampak pada meningkatnya risiko kecelakaan,” ujar Gidion kepada wartawan di lokasi apel.

Ia mengungkapkan, angka kecelakaan lalu lintas di Sulawesi Tenggara pada 2025 meningkat 8,7 persen, dari 1.619 kejadian pada 2024 menjadi 1.760 kejadian pada 2025. Meski demikian, jumlah korban meninggal dunia justru mengalami penurunan.

“Fatalitas korban meninggal dunia turun sekitar 2 persen, dari 291 orang pada 2024 menjadi 285 orang pada 2025. Ini patut kita syukuri,” jelasnya.

Menurut Gidion, data tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan penanganan kecelakaan lalu lintas yang dilakukan Polda Sultra telah memberikan dampak positif, meskipun masih perlu terus ditingkatkan.

“Pendekatan persuasif dan edukatif akan terus kami dorong, dengan menitikberatkan pada pencegahan, peningkatan kesadaran, serta perubahan perilaku masyarakat dalam berlalu lintas,” tambahnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan Operasi Keselamatan Anoa 2026 memerlukan sinergi dan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara serta seluruh pemangku kepentingan terkait.

“Tanpa koordinasi yang optimal, berbagai kendala bisa muncul, mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana, kepastian regulasi, hingga rendahnya kesadaran disiplin masyarakat,” ujarnya.

Di akhir arahannya, Gidion menekankan kepada seluruh personel yang terlibat agar mengutamakan keamanan, keselamatan, dan kesehatan selama pelaksanaan operasi, serta tetap mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Penertiban lalu lintas harus dilakukan secara humanis, profesional, dan konsisten sesuai SOP yang telah ditetapkan,” pungkasnya. (Faldi)*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -