Minggu, Juli 19, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kominfo Sultra Jajaki Kerja Sama Linguistik Forensik dengan Balai Bahasa dan UHO

KENDARIKINI.COM — Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sulawesi Tenggara menjajaki kerja sama strategis di bidang linguistik forensik dengan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara serta Universitas Halu Oleo (UHO).

Penjajakan kerja sama tersebut dilakukan melalui rangkaian kunjungan kerja oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kominfo Sultra, Andi Syahrir, ke Balai Bahasa Sultra pada Senin, 27 Januari 2026, dan ke Fakultas Hukum serta Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UHO pada Selasa, 28 Januari 2026.

Kunjungan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas institusi antara pemerintah daerah, lembaga bahasa, dan akademisi dalam merespons dinamika wacana publik di era digital, baik yang berkembang di media massa maupun media sosial.

Di Balai Bahasa Sultra, Andi Syahrir disambut oleh Kepala Balai Bahasa Sultra, Dewi Pridayanti, beserta jajaran. Kepala Balai Bahasa menyatakan dukungan penuh terhadap rencana kerja sama, khususnya dalam pengembangan kajian kebahasaan dan linguistik forensik.

Balai Bahasa Sultra juga menyatakan kesiapan memberikan layanan kebahasaan terhadap dokumen instansi pemerintah tanpa dipungut biaya, termasuk pelatihan-pelatihan bahasa. Kerja sama tersebut diharapkan turut mendorong implementasi Trigatra Bangun Bahasa, yakni mengutamakan Bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.

Sementara itu, di Universitas Halu Oleo, rombongan Kominfo Sultra diterima oleh Dekan Fakultas Hukum UHO, Dr. Guasman Tatawu, S.H., M.H., dan Dekan Fakultas Ilmu Budaya UHO, Dr. Akhmad Marhadi, S.Sos., M.Si., bersama masing-masing jajaran.

Dekan Fakultas Hukum UHO menyatakan kesiapan institusinya untuk terlibat aktif dalam kerja sama tersebut. Menurutnya, peran akademisi sangat penting dalam memberikan tafsir ilmiah terhadap isu-isu kebahasaan dan persoalan hukum yang berkembang di ruang publik.

Sementara itu, Plt. Kadis Kominfo Sultra Andi Syahrir menjelaskan bahwa inisiatif kerja sama ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan menghadirkan pandangan akademik yang objektif dan jernih di tengah maraknya perdebatan wacana publik yang berpotensi menimbulkan konflik dan disharmoni sosial.

Kominfo Sultra berencana membentuk kelompok kerja (pokja) bersama Balai Bahasa, Fakultas Hukum, dan Fakultas Ilmu Budaya UHO sebagai wadah kajian, edukasi, serta analisis ilmiah terhadap persoalan kebahasaan dan wacana publik.

Dekan FIB UHO Dr. Akhmad Marhadi juga menyambut positif rencana kerja sama tersebut dan menilai langkah ini sebagai inisiatif strategis yang relatif baru, khususnya bagi Fakultas Ilmu Budaya.

Kerja sama ini diharapkan tidak hanya mendukung kebutuhan pemerintah daerah, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan akademik dan literasi publik di Sulawesi Tenggara.*

spot_img
RELATED ARTICLES

Most Popular

- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -