BPS Catat Sultra Alami Inflasi 2,87 Persen pada Bulan November

Kendari – BPS Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) baru saja merilis beberapa indikator strategis terkini terkait inflasi, NTP, Ekspor-impor, TPK, transportasi, dan IPM pada Sabtu 2 November 2023.

Kepala BPS, Agnes Widiastuti, melalui keterangan resminya yang diterima media ini mengatakan Sultra tercatat mengalami inflasi senilai 2,87 Persen.

“Inflasi pada November 2023 mencapai 2,87%, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 118,28. Inflasi mtm sebesar 0,08%, dan tingkat inflasi sebesar 2,10%,” katanya.

Ia menambahkan bahwa inflasi tersebut diakibatkan beberapa komoditas seperti beras, angkutan udara, rokok kretek filter, mobil, cabai rawit, akademi, emas perhiasan, rokok putih, sekolah menengah atas, dan bahan bakar rumah tangga berkontribusi pada inflasi.

Lanjutnya terkait ekspor Sulawesi Tenggara Oktober 2023 naik 33,54% menjadi US$491,31 juta, dengan peningkatan signifikan pada komoditas besi dan baja dan impor Sulawesi Tenggara Oktober 2023 mencapai US$125,74 juta, meningkat 42,98%, menghasilkan surplus neraca perdagangan sebesar US$365,58 juta.

“Untuk jumlah penumpang angkutan udara domestik turun 0,62% pada Oktober 2023, namun tingkat penghunian kamar hotel bintang naik menjadi 53,48%, dan angka penumpang angkutan udara domestik pada Oktober 2023 mengalami fluktuasi, dengan penurunan keberangkatan dan peningkatan kedatangan,” tuturnya.

Lanjutnya terkait tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang meningkat 9,48 poin menjadi 53,48% pada Oktober 2023.

“Untuk nilai Tukar Petani (NTP) Sulawesi Tenggara pada November 2023 naik 1,25% dibandingkan bulan sebelumnya dan peningkatan IPM 2023 terjadi pada semua dimensi, termasuk umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, dan standar hidup layak,” bebernya.

Terakhir ia menyampaikan terkait ertumbuhan IPM 2023 mengalami percepatan dari tahun sebelumnya, terutama pada standar hidup layak dan pengetahuan.

“Dimensi umur panjang dan hidup sehat menunjukkan peningkatan harapan hidup bayi menjadi 71,79 tahun, Pada dimensi pengetahuan, Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) juga mengalami peningkatan, dan Standar Hidup Layak meningkat 4,21%, diukur dari rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun,” tutupnya.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait