Berita

Berawal dari Saling Pancing Kendaraan, Dua Kelompok Pelajar di Raha Terlibat Bentrok

KENDARIKINI.COM – Bentrok antar siswa kembali terjadi di Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Bentrok tersebut diketahui melibatkan antara siswa dari SMAN 1 dengan SMAN 2 Raha, Kamis 4 Desember 2025.

Hal ini dibenarkan oleh Kapolres Muna AKBP Indra melalui Kasi Humas Polres Muna IPTU Jufri. Ia mengatakan bahwa kejadian itu terjadi sekitar pukul 10.30 WITA.

“Iya benar, kejadiannya sekitar jam 10.30 WITA,” kata Jufri pada Jurnalis Kendarikini.com melalui sambungan telepon WhatsApp.

Lanjut, kata dia, mendengar informasi bentrok tersebut, pihak kepolisian segera turun ke lokasi kejadian.

“Setelah pihak kepolisian atau piket mendapatkan informasi langsung turun lapangan dan melakukan patroli,” ujarnya.

Jufri menambahkan setelah berada di lokasi, bentrok antar dua sekolah tersebut telah bubar.

Berdasarkan keterangan pihak sekolah, aksi tawuran dipicu oleh adanya saling memancing antar pelajar menggunakan kendaraan bermotor hingga memasuki lingkungan sekolah masing-masing. Situasi ini memicu emosi siswa dari kedua belah pihak sehingga menyebabkan bentrokan.

“Tawuran terjadi dipicu disebabkan oleh para siswa dari kedua belah pihak saling memancing kendaraan bermotor hingga memasuki area sekolah masing-masing, sehingga siswa dari kedua sekolah tersebut terpancing dan terjadi bentrokan,” jelasnya.

Sekitar pukul 11.20 WITA, personel Polres Muna mendatangi SMA Negeri 1 Raha untuk berkoordinasi dengan pihak sekolah dan para guru yang siswanya terlibat dalam kejadian tersebut. Polisi juga memberikan himbauan kamtibmas kepada para siswa untuk mengantisipasi potensi konflik serupa.

Kemudian pada pukul 11.50 WITA, petugas tiba di SMA Negeri 2 Raha dan bertemu langsung dengan Kepala Sekolah, Safiat Misi. Pihak kepolisian kembali menyampaikan himbauan serupa terkait pentingnya menjaga ketertiban serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan keributan.

Jufri menerangkan baik SMAN 1 maupun SMAN 2 Raha menyatakan kesediaannya untuk meningkatkan edukasi kepada siswa, khususnya terkait empati, kedisiplinan, dan kesadaran mengenai dampak tawuran baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Pihak kepolisian berharap melalui sinergi antara kepolisian, pihak sekolah, dan orang tua, kejadian tawuran pelajar di Raha tidak lagi terulang dan situasi keamanan di lingkungan pendidikan dapat terjaga dengan baik.(Amin)*

Back to top button