PPI Tantang Polres Konawe Periksa Oknum Polisi Terkait Limbah PT VDNI

KENDARIKINI.COM – Ketua Umum Pergerakan Pemuda Indonesia (PPI), Sulkarnain, menantang Polres Konawe memeriksa oknum polisi berinisial HP.
Tantangan tersebut terkait dugaan keterlibatan dalam pengeluaran limbah dari Kawasan Berikat (KB) PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI).
Pernyataan itu menanggapi keterangan Kasi Humas Polres Konawe, IPTU Andi Abd Gafur. Polisi menyebut penyelidikan masih berlangsung.
Ia mengatakan kepolisian tidak menutup kemungkinan memeriksa pihak tertentu, termasuk jika ada anggota polisi terlibat.
Sulkarnain mempertanyakan pengawasan Polres Konawe terhadap aktivitas di Kawasan Berikat PT VDNI.
Menurutnya, aktivitas pengeluaran limbah seharusnya bisa terpantau aparat penegak hukum di wilayah tersebut.
Ia juga menyinggung pernyataan Menteri Pertahanan tentang kemungkinan adanya “negara dalam negara”.
“Jangan sampai Polres tidak berani masuk kawasan berikat,” kata Sulkarnain, Minggu (8/3/2026).
Sulkarnain menilai jika penyelidikan serius dilakukan, oknum polisi berinisial HP seharusnya segera diperiksa.
Ia mempertanyakan keberanian dan transparansi Polres Konawe dalam memeriksa anggota kepolisian yang diduga terlibat.
Sulkarnain mengaku pernah bertemu dengan HP yang disebut merupakan anggota Paminal Polda Sultra.
Ia mengklaim dalam pertemuan itu dirinya diminta memberikan nomor rekening bank.
Menurutnya, hal tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kapasitas HP dalam persoalan limbah tersebut.
Sulkarnain menegaskan pihaknya siap menyerahkan data jika penyelidikan dilakukan secara serius.
Ia mengaku memiliki bukti berupa foto, video, serta rekaman percakapan terkait pertemuan tersebut.
Bukti tersebut rencananya juga akan dilaporkan ke Propam Mabes Polri.
“Jika ada bantahan, kami siap menunjukkan bukti,” tegasnya.*









