Opini

1 Mei Gagalkan Omnibus law UU Cipta Kerja

Penulis : Eka Subaktiar Kader HMI Komisariat UMK

Sebuah sejarah penting bagi peradaban umat manusia yang kemudian menghasilkan 8 jam kerja, 8 jam istirahat dan 8 jam berisolasi. 8 jam kerja tentu saja berkorelasi dengan upah sebagai wujud kedaulatan buruh. 8 jam istrirahat tentu saja senafas dengan cita-cita kita untuki mewujudkan tempat kerja yang aman dan tidak berbahaya. 8 jam berisolasiadalah senada dengan keinginan kita untuk membangun tatanan sosial yang lebih adil dan bermartabat. Berserikat hanya mungkin terwujud karena kita punya waktu yang cukup untuk bekerja,beristirahat dan berisolasi.

Kemudian dengan serikat kita berjuang, memperbaiki hidup dan harkat kita sebagai manusia.

1 Mei hari buruh sedunia telah menjadi momentum perlawanan seluruh kaum buruh di berbagai negeri tanpa memandang Ras, Suku, Agama dan Kelompok manapun, untuk itulah berserikat melakukan perlawanan terhadap kekuasaan para pemilik modal (Boss) yang telah mencekik kaum buruh selama bertahun-tahun.

Hingga sampai hari ini, penindasan terhadap kaum buruh belum juga terputus, kaum buruh masih saja ditindas oleh jam kerja yang berlebihan, upah yang masih murah, larangan untuk berserikat, pelecehan seksual di pabrik-pabrik, adanya pemutusan hubungan kerja (PHK), THR tidak diberi, tidak ada cuti melahirkan, tidak diberikan jaminan keselamatan kerja, dan dilarang untuk melakukan mogok kerja dipabrik. Semua itu bukan semata-mata muncul begitu saja, tapi kebijakan yang dibuat oleh pemerintah yang disokong oleh para pemilik modal (Boss) perusahaan yang memiliki kepentingan pribadi.

Pertama kalinya negeri ini memperingati 1 mei sebagai hari buruh pada tahun 1946 di Yogyakarta. Sangat istimewanya karena yang berpidato adalah sang Proklamator Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno, tepat dihadapan kaum buruh. Lalu, peristiwa ini kemudian terulang lagi pada 1 mei 1962, ketika sang proklamator berpidato di Istana Negara, Jakarta.

Hingga sampai saat ini, hanya seorang Presiden di Republik ini yang pernah melakukannya, dia lah Bung Karno.
Di Era Orde baru, peringatan May Day seakan hilang, sebab Soeharto menstigmanya sebagai peringatan kaum komunis. Lalu menggantikannya dengan peringatan pekerja 20 Februari, sebagai puja atas lahirnya FBSI yang didesain sebagai serikat tunggal, kelak bernama SPSI dan sepanjang sejarah Orde Baru, menjadi juru stempel semua kebijakan soeharto.

1 Mei 2020, dalam situasi yang memburuk karena adanya pandemi Covid-19, tapi kita sadar bahwa bukan hanya pademi yang membuat May Day kita berbeda, tetapi juga karena rezim yang pro terhadap investasi dibawah kepemimpinan Joko Widodo yang sedang mempertontonkan tarian Setan untuk mengesahkan Omnibus Law RUU Cipta Kerja (CILAKA) yang memberangus hah-hak kaum buruh, dan bukan hanya setahun atau dua tahun, tapi kelak sampai anak cucu kita juga akan berdampak dan sengsara.

Omnibus Law UU Cipta Kerja adalah sebuah konsep perundang-undangan yang dirancang alih-alih meningkatkan investasi namun mengabaikan kepentingan para pekerja, mengambil kewenangan lokal, memusatkan kekuasaan pada presiden dan menekan rakyat miskin, bahkan justru menyengsarakan rakyat Indonesia.

Jika omnibus law disahkan tidak ada lagi hari libur atau malam istirahat, tapi yang ada hanya teror dalam hidup kita!
Lawan Penjajahan Gaya Baru! Bersolidaritas membangun kembali kekuatan ditengah pademi ini kita yakin akan mengubah sebagian besar tatanan sistem ekonomi, sudah selayaknya kita punya cara yang berbeda, lebih baru, dan lebih kuat, sebagai jalinan pertarungan kontradiksi yang setiap hari kita lalui.

Hingga detik ini, hanya Presiden Pertama Repulik Indonesia Ir. Soekarno yang dengan penuh kecintaannya bertemu dengan kaum buruh, bukan untuk menyampaikan serta mengumumkan Undang-Undang pesanan kaum majikan, tapi untuk berterima kasih serta dengan bangga mengatakan Kamu Buruh Berpolitiklah!

Selamat Hari Buruh Internasional, 1 Mei 2020
Hidupkan Dunia Baru Tanpa Penindasan.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga
Close
Back to top button