Berita

Prajurit Penjaga Tradisi: Kolonel Erwinsyah Taupan Dedikasikan Diri Merawat Benda Pusaka di Museum

KENDARIKINI.COM – Di balik tugas militernya sebagai Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops) Korem 143/Halu Oleo, Kolonel Erwinsyah Taupan menjalani peran yang tak kalah penting: Kurator Museum Balaputra Dewa. Dua dunia yang tampak berbeda itu justru ia jalani dengan satu semangat yang sama, yakni menjaga aset bangsa agar tetap lestari dan bermakna.

Bagi Erwinsyah, mengelola operasi militer masa kini memiliki nilai filosofis yang sejalan dengan merawat benda pusaka masa lalu. Keduanya sama-sama merupakan warisan strategis bangsa yang harus dijaga dengan disiplin, tanggung jawab, dan kehormatan.

Sebagai kurator, Erwinsyah menerapkan nilai-nilai keprajuritan dalam pengelolaan artefak bersejarah. Ia menilai bahwa benda-benda pusaka yang tersimpan di Museum Balaputra Dewa—mulai dari senjata tradisional, perlengkapan adat, hingga atribut perjuangan—merupakan saksi sejarah yang harus dipertanggungjawabkan kepada generasi mendatang.

“Di militer, kami diajarkan ketelitian dan kesetiaan terhadap bangsa. Prinsip itu saya terapkan di museum. Bedanya, yang kami rawat di sini adalah benda-benda yang memiliki nilai filosofis dan sejarah panjang masyarakat,” ujar Kolonel Erwinsyah Taupan pada Senin, 19 Januari 2026.

Ia memastikan setiap koleksi mendapat perlakuan khusus agar tetap terjaga dari kerusakan. Pengalaman manajerial dalam operasi militer menjadi modal penting dalam pengelolaan museum, mulai dari sistem penataan koleksi, pendataan artefak, hingga proses konservasi benda-benda berbahan logam, kayu, maupun kain berusia ratusan tahun.

Sinergi antara tugas kemiliteran dan pelestarian budaya ini menjadi bukti bahwa TNI tidak hanya berperan dalam pertahanan negara secara fisik, tetapi juga hadir sebagai penjaga warisan sejarah dan identitas bangsa.

Melalui perannya di Museum Balaputra Dewa, Kolonel Erwinsyah Taupan menunjukkan bahwa seorang prajurit juga dapat menjadi pelestari nilai-nilai luhur leluhur yang terkandung dalam setiap benda pusaka.

Kehadiran sosok prajurit kurator ini diharapkan mampu menjadikan Museum Balaputra Dewa sebagai pusat edukasi sejarah dan budaya yang prestisius, tempat bertemunya profesionalisme militer dengan penghormatan mendalam terhadap warisan daerah.*

Back to top button