Pemasukan dari Sektor Pajak di Kota Kendari di Tahun 2025 Baru Capai 46,87 Persen

KENDARIKINI.COM – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kendari mencatat pemasukan pajak di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada periode Januari hingga Agustus 2025 mencapai Rp 159 miliar, Selasa, 19 Agustus 2025.
Menurut Kepala Dinas (Kadis) Bapenda Kendari, Sasriati, pemasukan pajak Rp 159 miliar ini dari Rekonsiliasi Pajak Masukan (Rekon) pada 18 Agustus 2025 kemarin.
“Pas 18 Agustus itu kita sudah bisa rekon sudah masuk 159 miliar lebih jadi baru 46,87 Persen,” kata Sasriati, saat diwawancarai media ini di ruangannya pada hari Selasa, 19 Agustus 2025 di Kantor Bapenda Kota Kendari.
Sasriati, merincikan beberapa terget dan item pajak dari Rekon pajak Rp 159 miliar pada 18 Agustus 2025 kemarin.
“Di PBJ (Pajak Barang dan Jasa) itu ada makan minum, tenaga listrik, jasa perhotelan, jasa parkir, sama kesenian dan hiburan, jadi ada empat belas (14) item pajak. Khusus hotel sekitar 49%, listrik sampai saat ini sudah di atas 60% hampir 70%, makan minum secara keseluruhan sudah di atas 70%,” kata Sasriati.
“Pajak reklame itu target 4,4 miliar, tapi sampai saat ini 2,2 miliar sekitar 50,56%, PBJT tenaga listrik target kita tahun ini 55 miliar itu sampai saat ini sudah 60,7%, jadi sudah ada 36 miliar,” lanjutnya.
Mengenai perkembangan penerimaan Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) menurut Sasriati, menunggu Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kota Kendari 2025.
“Kemarin kita lagi optimalisasi dari target 340 miliar, tapi pas perubahan ini kan pasti kita tidak 340 miliar lagi, karena obsen PKB dengan BBNKB itu adanya baru di 2025,” katanya.
“Kalau beli kendaraan di 2024 itu belum masuk obsen (PKB dengan BBNKB), nanti di 2025 baru masuk obsen (PKB dengan PNKB),” jelasnya.(
Walau kondisi penerimaan pajak periode Januari hingga Agustus 2025 baru mencapai sebesar Rp 159 miliar dari total target penerimaan pajak sebesar Rp 340 miliar, namun Kadis Bapenda Kendari, Sasriati, tetap kita optimis.
“Tetap kita optimis,” kata Sasriati.*