Berita

UHO Bina Desa Petakan Daerah Rawan Bencana di Konsel

KENDARIKINI.COM – Tim bina desa FPIK UHO laksanakan FGD pemetaan daerah rawan bencana di kelurahan lalowaru, Senin 23 September 2024.

Daerah rawan bencana adalah kawasan dengan potensi untuk mengalami bencana alam, termasuk wilayah pesisir.

Dalam jangka waktu tertentu, suatu wilayah dapat dianggap sebagai daerah rawan bencana jika kondisi dan karakteristik geologis, biologis, hidrologis, klimatologis, geografis, dan teknologinya tetap sama.

Dibalik semua itu, kemampuan masyarakat untuk mencegah, meredam, atau mempersiapkan diri untuk menghadapi dampak negatif dari bencana alam masih sangat rendah.

Dengan latar belakang tersebut, pada tanggal 8 September 2024, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo melaksanakan kegiatan FGD Pemetaan Daerah Rawan Bencana bagi masyarakat Kelurahan Lalowaru Kecamatan Moramo Utara Kabupaten Konawe Selatan.

Menurut Ketua Panitia, Dedy Oetama, kegiatan ini merupakan rangkaian dari program Bina Desa FPIK UHO tahun 2024.

“Disini kita akan menyusun peta Lokasi yang rawan terkena bencana, baik yang sudah pernah atau potensial terkena atau terdampak bencana alam seperti banjir, longsor dan sebagainya,” ungkapnya.

Lanjut, kata dia, kegiatan ini juga dilaksanakan melalui focused group discussion (FGD) menggunakan peta partisipatif yang dibagikan kepada masyarakat dan aparat kelurahan. Tujuannya untuk memperoleh informasi yang lebih detail terkait wilayah mana saja yang berpotensi atau pernah terdampak oleh bencana alam.

“Dengan terselenggaranya kegiatan pemetaan daerah rawan bencana ini masyarakat bisa mengidentifkasi dan memitigasi setiap bencana yang potensial dan mungkin terjadi di Kelurahan Lalowaru,” katanya.

Sementara itu, Lurah Lalowaru, Sucipto mengatakan, selama ini masyarakat Lalowaru belum pernah menyusun peta daerah rawan bencana seperti ini.

“Jadi ini sangat bermanfaat sekali bagi kami supaya kedepannya lebih mudah kita pantau daerah mana saja yang sebenarnya rawan bencana, dan masyarakat juga bisa lebih waspada dan tanggap kalau ada bencana yang datang,” pungkasnya.**

Back to top button