Ortu Bercerai, Siswi SMP di Kendari Minta Bantuan Damkar Jadi Wali untuk Ambil Rapor

KENDARIKINI.COM – Sebuah kisah menyentuh hati terjadi di Kota Kendari. Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) berusia 13 tahun terpaksa meminta bantuan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Kendari untuk menjadi wali murid saat penerimaan rapor sekolah.
Permintaan tersebut disampaikan melalui pesan WhatsApp pada Kamis, 18 Desember 2025 oleh siswi kelas VIII SMP Negeri 5 Kendari, Waode Pipin April Dinova, warga Kompleks Perumahan BTN BSB, Jalan Orinunggu, Kelurahan Mokoau, Kecamatan Kambu.
Siswi tersebut mengaku tidak memiliki wali laki-laki yang dapat hadir di sekolah. Kedua orang tuanya telah berpisah, sementara pihak sekolah mewajibkan kehadiran wali murid saat pembagian rapor.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Damkarmat Kota Kendari langsung merespons. Pada Senin, 22 Desember 2025, Komandan Peleton II Damkarmat Kota Kendari, Sainuddin Saranani, hadir langsung di SMP Negeri 5 Kendari, Jalan Kelapa, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, untuk mendampingi siswi tersebut dan bertindak sebagai wali murid penerima rapor.
“Kami menerima pesan dari anak tersebut yang meminta bantuan karena tidak ada wali yang bisa hadir. Bagi kami, ini bagian dari tugas kemanusiaan. Damkar hadir bukan hanya saat kebakaran, tapi juga ketika masyarakat membutuhkan pertolongan sosial,” ujar Sainuddin Saranani pada Kamis, 25 Desember 2025.
Ia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan penerimaan rapor yang dimulai pukul 08.30 Wita hingga selesai sekitar pukul 10.00 Wita.
Kehadiran petugas Damkar dengan Unit Fire Rescue menjadi perhatian pihak sekolah serta orang tua murid lainnya.
Sementara itu, pihak Damkarmat Kota Kendari menegaskan bahwa layanan penyelamatan tidak selalu berkaitan dengan kondisi darurat kebakaran, tetapi juga mencakup respons cepat terhadap persoalan kemanusiaan yang dihadapi warga.
Aksi kemanusiaan tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak dan menjadi bukti nyata bahwa kehadiran negara dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, bahkan dalam momen sederhana namun bermakna seperti penerimaan rapor sekolah.*









