Cerita Dibalik Atraksi Terjun Payung dan Pesawat Sukhoi pada Momen HUT Sultra ke 59

Kendari – Dibalik kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ke 59 yang menampilkan atraksi terjun payung dan pesawat sukhoi, ada cerita tersendiri dibalik atraksi tersebut.

Marsekal Muda TNI AU (Purn) La Ode Barhim saat ditemui usai upacara peringatan HUT Sultra ke 59 yang bertempat di Kantor Gubernur Sultra mengatakan bahwa pihaknya bertindak sebagai fasilitator.

“Saya bangga sebagai putra daerah, sebagai putra daerah asli Sulawesi Tenggara, saya merasa terundang untuk bagaimana saya berkontribusi terhadap daerah, dan ini dinikmati semua masyarakat Sultra, sehingga saya sebagai fasilitator berdasarkan surat dari Gubernur Sultra (Ali Mazi) menghadap ke Mabes TNI Angkatan Udara untuk minta restu untuk kegiatan ini,” kata Barhim yang juga Ketua DPW PPP Sultra.

Ia juga mengungkapkan awalnya rencana 24 (dua puluh empat), namun karena kondisi libur hanya 5 (lima) penerjun payung yang bisa ikut memeriahkan HUT Sultra.

“Sebelumnya saat saya masih aktif beberapa kali juga saya turut berpartisipasi dan berkontribusi saat HUT Sultra maupun agenda lainnya untuk daerah, dan setelah saya pensiun ini baru pertama kalinya lagi,” ungkap Mantan Pangkoopsau II Wilayah Indonesia bagian tengah.

Pria kelahiran Muna ini juga menerangkan bahwa peranannya saat ini saat ini hanya sebagai fasilitator.

“Saat ini saja saya berada di luar pemerintah daerah, saya bisa berbuat apalagi saya didalam,” pungkas lulusan Akademi Angkatan Udara 1984.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait