Mendagri: Inflasi Pangan di Sultra Tembus 3,72 Persen

KENDARIKINI.COM – Di tengah kesusahan masyarakat hadapi harga makanan minuman terus naik, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut di Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk inflasi pangan 3,72%.
“Inflasi pangan dari evaluasi terakhir 3,72% untuk Sulawesi Tenggara. Naik empat komoditas cabe merah, cabe rawit, bawang merah, dan beras ini,” kata Tito Karnavian pada hari Selasa, 26 Agustus 2025 saat membuka kegiatan Gerakan Pangan Murah di Eks MTQ Kendari, Sultra.
Menurutnya, selain keperluan dasar rumah dan pakaian, pangan merupakan keperluan dasar masyarakat. Kenaikan harga pangan akan berdampak pada keamanan dan ketertiban masyarakat hingga dapat berdampak pada perpecahan masyarakat.
“Harga pangan ini dinamis nggak (tidak) statis. Kalau sudah harga-harga pangan naik langsung masuk ke masyarakat itu akan berdampak pada keamanan dan ketertiban masyarakat. Kalau sudah masyarakat lapar mudah untuk pecah,” ucap Tito Karnavian.
Meski produksi nasional mencapai sekitar 30 juta ton dengan cadangan di Bulog sekitar 4 juta ton. Persoalan beras yang kini menjadi tantangan utama dalam pengendalian inflasi, menurut Mendagri Tito Karnavian langkah intervensi tetap harus digencarkan Pemerintah Pusat bersama Pemerintah Daerah di Provinsi Sultra.
Data perkembangan harga di daerah menunjukkan situasi yang belum sepenuhnya stabil. Dari 514 kabupaten/kota, sebanyak 233 daerah sempat mengalami kenaikan harga beras. Intervensi yang dilakukan pemerintah berhasil menurunkan jumlah itu menjadi 191 daerah, namun belakangan kembali meningkat menjadi sekitar 193 hingga 200 daerah.
“Maka sekarang kita intervensi beras ini,” tegas Tito Karnavian.
Sekadar informasi kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Tenggara, serta pihak terkait lainnya. (Puspen Kemendagri).*