Berita

Sekolah Jurnalistik PKC PMII Sultra Resmi Dibuka

KENDARIKINI.COM – Pengurus Koodinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PKC PMII) Sulawesi Tenggara gelar sekolah jurnalistik di hotel imperial, kota Kendari, Rabu 2 Oktober 2024.

Diketahui, kegiatan ini bakal di terselenggara mulai 2 – 4 Oktober 2024. Kegiatan ini juga mengangkat tema besar “Menyongsong Masa Depan Jurnalistik Inovasi dan Etika Digitalisasi”.

Sekolah Jurnalistik ini dibuka langsung oleh Ketua Mabinda PKC PMII Sultra, Ali Rahman Wahid, sekaligus memberikan apresiasi hingga selayang pandang dalam membangun spirit menyongsong budaya digitalisasi yang sehat.

Mantan ketua PKC PMII Sultra ini juga mengharapkan, para kader PMII Sultra dapat memanfaatkan teknologi dan digitalisasi dalam upaya merawat kehidupan sosial dan bernegara.

“Harapannya, kader-kader PMII mampu memanfaatkan perkembangan teknologi dan digitalisasi untuk menyuarakan aspirasi masyarakat, serta menjaga integritas jurnalistik,” ujar Ali Rahman Wahid dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua PKC PMII Sultra, Awaludin Sisila menegaskan bahwa sekolah jurnalistik ini memiliki bertujuan untuk menciptakan kader yang inovatif, berdaya saing, dan tidak ketinggalan zaman di tengah kemajuan teknologi.

“Melalui sekolah jurnalistik ini, kami ingin melahirkan kader yang produktif dan mandiri, serta mampu menghadapi tantangan era digital,” kata Awaludin saat sesi wawancara.

Lanjut, kata dia, sejumlah peserta dapat menjalani seluruh rangkaian sekolah jurnalistik dengan serius. Sebab menurutnya, kegiatan ini sangat urgent dalam mempersiapkan kader PMII menjadi pewarta yang berkompeten di masa yang akan datang.

“Kegiatan ini bukan hanya pelatihan, tetapi juga bagian dari upaya PMII untuk terus hadir dan terlibat dalam dinamika masyarakat dengan informasi yang akurat dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pers merupakan pilar ke empat dalam bangunan demokrasi setelah Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif. Sehingga peran pers sangat urgent dalam menjaga keutuhan bangunan demokrasi.**

Back to top button