Opini

Agama Sebagai Cermin Pancasila Untuk Manusia Indonesia

Oleh : Priral Fino

Tepat 1 Juni rakyat Indonesia memperingati sebagai hari lahir PANCASILA.

Pancasila yang di dalamnya terkandung dasar filsafat hubungan negara dan agama merupakan karya besar bangsa indonesia melalui The Founding Fathers Negara Republik Indonesia.

Dalam sejarahnya masyarakat Indonesia telah melewati ribuan tahun pengaruh agama-agama lokal baik itu ajaran Animisme maupun Dinamisme, sehingga pada sila ke-1 pancasila yang berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” arti kata “Esa” itu sendiri yang berarti bahwa sebuah konsep semua adalah satu kesatuan dalam kekuasaan Tuhan.

Jelaslah bahwa ada hubungan antara sila ketuhanan Yang Maha Esa dengan ajaran tauhid dalam teologi Islam. Sejalan dengan beberapa ajaran tauhid Islam, dalam hal ini ajaran tentang tauhidus-shifat dan tauhidul-af’al, dalam pengertian tuhan itu Esa dalam sifat-Nya dan perbuatan-Nya. Ajaran ini juga diterima oleh agama-agama lain di indonesia.

Dalam pandangan filsafat Islam, Pancasila merupakan landasan ideologi Negara Indonesia. Dalam artian, pancasila sebagai dasar ideologi Negara Republik Indonesia yang menjadi landasan pemersatu yaitu mulai dari berbahasa, bersuku-suku, berbangsa-bangsa dan bernegara.

Sehingga, tujuan Pancasila sebagai dasar ideologi negara akan tercapai secara nasional yang telah tercantum dalam pembukaan Undang-undang dasar 1945 alinea ke-4.

Apabila telah menempatkan Tuhan diatas segalanya, kita tidak akan memandang manusia Indonesia dengan label suku, agama, dan ras (SARA) di belakangnya, maka terwujudlah sebuah Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Sila ke-2 Pancasila memiliki makna bahwa Manusia Indonesia mengkedepankan nilai-nilai keadilan, nilai-nilai kemanusian, saling menghargai, menghormati sekaligus saling mengasihi, karena cahaya Illahi lah yang mengisi setiap relung hati manusia.

Religiusitas bangsa indonesia ini, secara filosofis merupakan nilai fundamental yang meneguhkan eksistensi Negara Indonesia sebagai negara yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa.

Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan dasar kerohanian bangsa dan menjadi penopang utama bagi persatuan dan kesatuan bangsa dalam rangka menjamin keutuhan NKRI.
Karena itu, agar terjalin hubungan selaras dan harmonis antara agama dan Negara, maka Negara sesuai dengan Dasar Negara Pancasila wajib memberikan perlindungan kepada agama-agama di Indonesia.

Mengutip dari kata bung Karno dalam bagian akhir pidatonya mengatakan “Hatiku akan berpesta raya, jikalau suadara-saudara menyetujui bahwa Indonesia berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa”.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button