Pertambangan

Aktivitas PT. ST NIKEL Dicegat Masyarakat Kendari, Polisi Diduga Melakukan Pembiaran

Kendari, kendarikini.com – Indonesia hari ini merupakan salah satu negara yang terjangkit covid-19 salah satunya kota kendari provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Sehingga hal tersebut membuat para negarawan untuk sama-sama bahu membahu mencegah adanya covid-19 tersebut, (11/4)

Namun ditengah mewabahnya bencana biologis ini ada beberapa oknum yang coba-coba memanfaatkan untuk bagaimana melakukan kepentingan yang dapat menguntungkan bagi segelintir orang.

Pada kamis, (9/4) beberapa masyarakat setempat melakukan pemboikotan jalan menghentikan aktivitas truk pengangkut ore nicel oleh PT. ST NIKEL menuju jetty PT. TAS yang terbukti cacat regulasi.

Lanjut hal itu, seorang warga setempat atas nama Ayt mengatakan bahwa hal ini sudah menjadi polemik bagi masyarakat setempat khususnya wilayah andunohu. Keresahan masyarakat akibat truk yang lalulalang setiap malam sehingga membuat masyarakat melakukan peninjauan atas aktivitas tersebut.

“Setalah kami kroscek aktivitasnya ternyata melanggar regulasi UU No. 38 tahun 2004 tentang jalan, Sehingga kami duga aktivitas ini ilegal” ungkapnya saat dihubungi via telepon (10/4).

Ia menambahkan aktivitas pengangkutan ore nicel tersebut ternyata sejak tahun 2014 dan sampai hari ini tidak ada surat izin jalan sebagaimna regulasi yang dikeluarkan oleh instansi terkait.

“Pemboikotan jalan yang dilakukan oleh masyarakat tepatnya dijalan depan RS Abunawas kota kendari bermula saat aktivitas tersebut sering melewati jalur umum, dalam hal ini jalan provinsi yang dilakukan pada malam hari sehingga berefek rusaknya jalan dan akan mengakibatkan polusi” ungkapnya.

Ia menegaskan dugaan kami ini sangat ilegal, sebab ketika kami komunikasi dengan supir-supir truk itu mereka tidak tahu menahu tentang surat izin jalan dan administrasi tentang pekerjaan yang mereka lakukan. Ini jelas sangat melanggar karna semua sudah diatur dalam UU No. 22 tahun 2009 tentang lalu lintas.

Maraknya lagi ketika masyarakat setempat sedang menahan sopir truk tersebut ada beberapa oknum kepolisian yang datang ke lokasi, hadirnya pihak kepolisian bukannya menyelesaikan masalah atas kejadian ini, namun pihak kepolisian melakukan pembiaran supaya aktivitas mereka dapat diteruskan.

Kemudian ia menambahkan sempat berdebat dengan kepolisian, namun pihak kepolisian asal polsek poasia dan polres kendari itu selalu merasionalkan kami yang tidak mempunyai acuan yang jelas, sehingga kami duga pihak kepolisan sangat berpihak dan terkesan seolah olah kepolisian ikut terlibat dalam mendapatkan keuntungan dalam akivitas tersebut.

“Harapan kami sebagai masyarakat semoga pihak perusahaan baik itu PT. ST NIKEL dan jetty PT. TAS ataupun instansi terkait dapat melakukan evaluasi dan meninjau kembali kegiatan pertambangan yang dilakukannya, sebab kamipun tidak segan-segan ketika hal ini terus berlanjut tanpa ada dasar hukumnya, yahh hal ini juga kami giring ke teman-teman mahasiswa untuk secepatnya melakukan sikap terkait pembenahan aktivitas tersebut yang merugikan masyarakat” tutupnya.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button