Pertambangan

AMMUK sesalkan Pemeliharaan Premenisme di PT.VDNI DAN OSS

Morosi, Kendarikini.com – ALIANSI MASYARAKAT MOROSI UNTUK KEADILAN (AMMUK) mengecam adanya dugaan permainan dari oknum Human Resource Departement (HRD) PT Virtue Dragon Nickel Industry (PT VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (PT OSS) dalam perekrutan Calon Tenaga Kerja Lokal (CTKL) di Morosi, (30/10).

Permainan atau kongkalingkong yang di lakukan oleh oknum HRD PT VDNI/OSS menuai reaksi keras sejumlah masyarakat yang bermukim di sekitar wilayah perusahaan.

Imbas dari kegiatan terselubung dalam perekrutan karyawan yang di dilakukan oleh oknum As beserta stafnya, kejelasan nasib masyarakat di sekitar lingkar tambang untuk mendapatkan kesempatan serta peluang menjadi karyawan di kedua perusahaan terabaikan.

ANTON selaku koordinator aksi AMMUK menuntut keras pemecatan atau pemberhentian oknum HRD beserta stafnya, karena di nilai telah khianat dengan kesepakatan atau MoU perekrutan CTKL, yang tekah di ambil alih oleh Pemkab konawe.

“Pihak perusahaan sudah menyepakati sebuah kesepakatan bahwa pelaksanaan rekrutmen karyawan di selenggarakan oleh pemkab konawe,”katanya sesuai release data yang di terima awak media.

Kenyataannya, dalam perekrutan karyawan di kedua perusahaan tersebut, di duga keras, oknum HRD inisial As, telah melakukan pemanggilan kepada sebagian orang untuk di jadikan karyawan, yang tidak sesuai dengan list pengumuman dari Pemkab Konawe yang telah dinyatakan lulus berkas.

Dalam pernyataan sikap, massa AMMUK dalam melakukan aksi damai, terdapat Empat point penting yang menjadi tuntutan mereka, diantaranya.

1. Segera memecat para oknum HRD yang telah menyebabkan persoalan kisruh recruitmen.

2. Segera mengevaluasi kinerja humas perwakilan dari kecamatan MOROSI

3.Segera mempekerjakan kembali eks karyawan yang berdomisili di kecamatan Morosi.

4. Segera melakukan perbaikan jalan poros dari desa mendikonu kecamatan Morosi sampai perbatasan desa Persimpangan Desa Besu.

Lanjut anton kami juga menyayangkan aksi penghadangan yang dilakukan oleh oknum humas perusahaan dengan cara membabi buta menyerang massa aksi, kami mengutuk perbuatan tersebut intinya hukum harus ditegakkan tidak boleh tunduk terhadap tindakan-tindakan premanisme sprti ini

“Kami akan lanjutkan persoalan ini ke jalur hukum untuk menjadi pembelajaran bagi kita semua bahwa negara kita ini adalah negara yang menjunjung tinggi asas hukum,” tutupnya.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button