Berita

Ampuh Sultra Desak Dirut RSUD Kendari  Dicopot Dari Jabatannya 

Kendari, kendarikini.com – Wabah virus Corona (Covid-19) sampai hari ini menjadi hal yang sangat di takuti oleh sebagian besar masyarakat terkhusus masyarakat di bumi anoa ini, Tentunya ini menjadi PR untuk pemerintah Kabupaten/ Kota maupun Provinsi, bagaimana meredam kepanikan masyarakat terkait wabah Covid 19 ini, (20/4).

Namun lain hal yang di duga dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Kota Kendari, yang telah menerapkan mekanisme pemakaman dengan standar Covid 19 kepada pasien yang meninggal tanpa ada hasil swan yang jelas.

“Pihak Rumah Sakit Kota Kendari ini telah menerapkan pemakaman dengan standar Covid 19 pada pasien yang meninggal tanpa ada hasil swab yang jelas” tegas Hendro Nilopo Ketua Umum Ampuh Sultra

Ia menambahkan hal ini sangat merugikan pihak keluarga yang tidak bisa memakamkan jenazah keluarga dengan tradisi yang biasanya di terapkan. Tidak hanya itu kejadian tersebut membuat kampung halaman kami sekarang menjadi perbincangan masyarakat umum

“Padahal pihak keluarga juga sudah meminta kebijakan kepada pihak rumah sakit, agar jenazah almarhuma di kebumikan seperti biasa, bukan dengan cara standar Covid 19, tetapi pihak Rumah Sakit Kota Kendari tidak mengaminkan permintaan pihak keluarga, dengan tetap memakamkan dengan cara pemakaman standar Covid 19 tanpa hasil swab yang menyatakan bahwa jenazah almarhuma di nyatakan positif terjangkit Covid 19” ungkapnya.

Lanjutnya Pihak keluarga sudah meminta kebijakan kepada pihak Rumah Sakit Kota Kendari, agar almarhuma di makamkan seperti biasanya, tetapi pihak rumah sakit bersikeras agar pemakan itu dilakukan dengan standar Covid 19”.

“Untuk itu berdasarkan uraian diatas, maka kami meminta agar direktur Rumah Sakit Kota Kendari ini agar di copot dari jabatannya. Dan digantikan dengan orang yang memiliki jiwa kemanusiaan yang besar, kami minta agar Dirut Rumkit kota Kendari di ini dicopot saja, kami sangat kecewa kepada pihak rumah sakit” paparnya.

Kami punya alasan agar jenazah keluarga kami di kebumikan dengan cara yang benar, sebab hasil swab yang mengatakan bahwa almarhuma di nyatakan positif Corona itu belum ada, Dan alhasil setelah keluarga kami di kebumikan dengan cara yang menurut kami tidak sesuai dengan syariat Islam hasil swabnya justru menyatakan bahwa jenazah keluarga kami negatif dari virus corona

“Sekarang siapa yang dirugikan, pertama kami tidak bisa memakamkan keluarga kami dengan tradisi kami, kedua stigma masyarakat sudah melekat bahwa kampung halaman kami sudah terjangkit virus corona” tutupnya.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button