Berita

Ampuh Sultra : Desak Pemkot Kendari Hentikan Aktivitas Pembangunan Trans Studio

Diduga mencemari Jalan Antero Hamra dan Bypass

Kendari, Kendarikini.com – Alinasi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Pemerintah Kota(Pemkot) Kendari menghentikan pembangunan Trans Studio, diduga mencemari jalan Antero Hamra dan jalan by pass, (6/4).

Sekjen Ampuh Sultra Zainul, S.Sos menyampaikan kegeramannya terkait aktivitas penimbunan lokasi Trans Studio Mall (TSM) Kendari Di Jalan Antero Hamra Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia Kota Kendari.

“Pasalnya dalam melakukan kegiatan penimbunan pihak perusahaan tidak memperhatikan pemeliharaan jalan. Tanah timbunan berceceran di jalan Laode Hadi (by pass) dan Jln. Antero Hamra (seputar MTsN 1 Kdi) yang menyebabkan jalan menjadi becek dan kotor,” jelasnya.

Lanjutnya Perusahaan ini punya hati apa tidak yah? Disaat pemerintah sedang melakukan upaya-upaya pembersihan guna untuk menciptakan kota yang asri, tetapi justru mereka gencar melakukan kegiatan penimbunan yang mengotori jalan.

“Padahal pemerintah Kota Kendari pada tanggal (30/1/2020) telah menyampaikan bahwa pengurusan izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) untuk pembangunan Trans Studio Mall (TSM) di Kel. Bende, Kec. Kadia Kota Kendari telah rampung, Ironisnya hari ini justru pencemaran itu di depan mata kita,” ungkapnya.

Ia Menambahkan sangat geram atas kegiatan penimbunan yang dilakukan perusahaan milik Chairul Tanjung tersebut dan meminta pemerintah kota Kendari untuk tidak tutup mata.

“Jika melintas dari arah by pass menuju jalan Antero Hamra jalan yang tadinya terlihat bersih dengan aspal hitam, kini sudah tertupi dengan becek, sudah seperti jalan tambang saja,” tegas Zainul

Lanjutnya jalan itu dibuat pakai uang bayar pajak kita juga, kita harusnya merasakan jalan yang bagus apa lagi ini tempatnya berada di tengah kota, bukan jalan yang becek dan kotor begitu”.
Untuk itu pihaknya meminta pemerintah Kota Kendari harus berlaku tegas, sebab menurut kami Hal demikian tentunya sangat bertentangan dengan UU No.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH) serta UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya dan harus ditindak.

“Apa yang di lakukan oleh perusahaan ini tentunya menurut kami telah melanggar aturan yang ada dan harus di kenakan sanksi, sebab kami sebagai masyarakat kota Kendari merasa sangat prihatin dan tidak terima atas pencemaran jalan yang mereka lakukan,” keluhnya.

Berdasarkan uraian diatas kami berharap kepada pemerintah Kota Kendari dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Kota Kendari dan Dinas Perhubungan Kota Kendari agar segera melakukan penindakan kepada perusahaan milik Chairul Tanjung ini dan menghentikan kegiatan pengangkutan timbunan yang mereka lakukan.

“Kami berharap agar Pemerintah kota Kendari ini bisa menindak perusahaan tersebut, agar menjadi warning bagi perusahaan-perusahaan lainnya untuk tidak melakukan hal yang sama, Kami juga senang dengan Investasi, tapi tidak dengan investasi yang tidak mampu menjaga kebersihan di kota bertaqwa ini,” tutupnya.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button