Berita

Ampuh Sultra Tantang Bupati Konut Hentikan Aktivitas CV IKS

Konut, kendarikini.com – CV IKS Bukit Naga Emas merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu golongan C
Di Desa Otole Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara. CV IKS yang juga bergerak di bidang creser itu beraktivitas di wilayah pemukiman warga yang hanya berjarak 50 Meter dari rumah warga dan aktivitas tersebut sangat meresahkan, (19/4).

Ketua bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Oschar Sumardin menuturkan Mengacu pada pasal Pasal 150 ayat (2) UU Perumahan, telah jelas sanksi yang dapat dikenakan terhadap pemilik tempat usaha yang mengganggu kenyamanan lingkungan hunian dengan kegiatan usahanya yaitu sanksi administratif yang dapat berupa
Pembekuan izin usaha dan Pencabutan izin usaha.

“Kami menduga kuat CV IKS tidak mengantongi Surat izin gangguan (IZIN HO) surat keterangan yang menyatakan tidak adanya keberatan dan gangguan atas lokasi usaha yang dijalankan oleh suatu kegiatan usaha di suatu tempat. Di dalam Pasal 19 ayat (3) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2009 tentang Pedoman Penetapan Izin Gangguan di Daerah (“Permendagri 27/2009”) dijelaskan bahwa selama waktu penyelenggaraan Izin HO, masyarakat berhak mendapatkan akses partisipasi yang meliputi pengajuan pengaduan atas keberatan atau pelanggaran perizinan dan/atau kerugian akibat kegiatan dan/atau usaha” jelasnya.

Selain itu CV IKS Bukit Naga Emas diduga juga melakukan pelanggaran pencemaran lingkungan atas Aktivitas creaser (Pemecah Batu) yang menimbulkan Polusi udara apalagi jaraknya sangat dekat dengan pemukiman warga. Pasal 1 angka 14 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (“UU PPLH”) adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan.
Dan Pasal 104 UU PPLH telah jelas bahwa
Setiap orang yang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

“Atas dasar inilah kami meminta Bupati Konawe Utara untuk segera Menghentikan Aktivitas CV IKS Bukit Naga Emas di Desa Otole Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara sebab Aktivitas perusahaan Tersebut sangat membahayakan bagi kesehatan masyarakat dan kami menilai dari Aspek analisis dampak lingkungan ini sangat melanggar” Tegas Mahasiswa Pascasarjana UHO itu.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button