Opini

Asrudi : Rezim Bingung

Kendari, Kendarikini.com – Akhir-akhir ini banyak cuitan di Media Sosial (Medsos) terkait sembako, Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan kekecewan terhadap birokrasi. Hal ini bukan karena masyarakat telah bertransformasi menjadi aktivis online/medsos. Tetapi, untuk sementara waktu, masyarakat tidak diizinkan melakukan unjuk rasa di jalan. Dan manahan diri untuk tidak unjuk rasa di jalan merupakan bukti ketaataan terhadaap himbauan pemerintah.

Pemerintah akhir-akhir ini tampaknya bingung dengan himbauanya sendiri. Sebab himbauannya terkadang bertolak belakang dengan kepentingannya. Pemerintah saat ini sedang dilema karena ingin memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), namun mereka juga tidak ingin kehilangan harga pekerjaaan yang telah dijual ke China.

Beberapa pekan lalu, saat diwawancarai oleh Najwa Shihab,Presiden Republik Indonesia (RI) membedakan definisi “Mudik” dan “Pulang Kampung”. Kemudian Menteri Perhububungan (Menhub) kembali muncul dihadapan media setelah sembuh dari sakitnya. Ia mengatakan bahwa istilah “Mudik” dan “Pulang Kampung” itu sama.

Hal ini kemudian membuat masyarakat kembali bingung. Bahkan saya, berulang-ulang membuka kamus bahasa Indonesia dengan harapan mendapatkan definisi yang berbeda. Namun tetap saja, yang saya temukan adalah definisi “Mudik” dan “Pulang Kampung” adalah sama. Menhub memang benar. Akhinya argumentasi Presiden RI lagi-lagi dievaluasi untuk beberapa kalinya oleh bawahannya sendiri.

Disisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan himbauan larangan mudik. Sementara Menhub menyatakan mudik diizinkan. Dan pada akhirnya, Menhub kembali mengikuti keinginan ketua BNPB. Namun apalah daya, nasi telah menjadi bubur, kedunguan telah terdistribusi keranah publik.

Di daerah, ketika Medsos tengah dihebohkan dengan cuitan masyarakat mengenai karung beras yang berlogo wajah Gubernur, dalam wawancaranya, Gubenur malah menyuruh wartawan bertanya pada rumput yang bergoyang. Hal ini tampak jelas menggambarkan psikologi Gubernur sedang resah ketika ditanyai wartawan mengenai sumber dana dan jumlah sembako yang didistribusikan ke masyarakat.

Kebijakan tumpang tindih dalam rezim ini membuat publik menjadi bingung. Padahal dalam kitab Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 jelas dikatakan “Mencerdasksn kehidupan bangsa”, bukan “Membingungkan kehidupan bangsa”. Lalu apa yang bisa diharapkan masyarakat dari rezim yang membingunkan?

Sepertinya, Indonesia memang sedang tidak baik-baik saja. Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) bukan satu-satunya penyebab. Tetapi juga karena kurangya pikiran pemerintah.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button