Berita

Bahaya PHK Dimasa Pandemi COVID-19, SPTNI Ancam Aksi Besar-besaran Guna Dorong Relaksasi Ekspor

Kendari, Kendarikini.com – Badai virus korona atau covid 19 benar-benar menghantam Sektor ekonomi. Hal ini menimpa semua negara termasuk Indonesia hal ini dengan cepat memaksa pemerintah harus bekerja lebih keras dalam menjaga sektor ini. Namun di tengah upayanya masih saja dinilai tidak maksimal dikarenakan telah banyak kebijakan sebelumnya yang membatasi pemerintah dalam melakukan upaya perbaikan sektor ekonomi, (27/4).

Sebut saja pada komoditi Nikel Pemerintah telah mencabut kebijakan relaksasi Ekspor pertanggal 1 januari 2020 yang lalu padahal dari kaca mata investasi hal ini bisa saja menyumbang devisa negara lebih banyak dari pada pengiriman dalam negeri hal ini karena
Konstribusi penambang 15.7 Trilyun atau tiga kali lipat dbandingkan konstribusi smelter PMA yang hanya memberikan kontribusi 4,48 Triyun rupiah pada 2019 pada NKRI

Dengan keadaan yang memburuk seperti ini bisa saja akan banyak investor yang berhenti dalam aktivitasnya jika ini terjadi tentunya akan membuat sangat banyak pekerja kehilangan mata pencaharian di tambah masa yang sangat sulit akan membuat banyak pekerja tidak bisa survive di tempat lain karna semua sektor sedang kesusahan otomatis peluang kerja juga akan minim.

Untuk itu Ketua umum Serikat Pekerja Tambang Nikel Indonesia (SPTNI) Provinsi Sulawesi Tenggara, Ahmad Zainul S. Sos pada saat konferensi Persnya menyebut banyak pekerja saat ini yang merasakan keresahan serta panik dengan masa depannya. Pasalnya, selama ini pengusaha nasional bergantung pada kuota ekspor tentu akan sangat sulit membiayai pekerja dalam beberapa bulan kedepan jika tidak ada jalan keluar

“Untuk itu maka di momen hari buruh kedepan kita akan aksi, Meskipun Maklumat Kapolri belum di cabut, Saya fikir momenya tetap pas hari buruh, Kita sudah jalan untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak serta pekerja di Perusahaan masing masing agar mempersiapkan diri dalam aksi menuntut Relaksasi Ekspor, Saya tidak menampik bahwa akan banyak nyinyiran bahwa isu aksi ini adalah upaya untuk menggolkan pencabutan larangan Ekspor” Jelasnya.

lanjutnya Saya jaminkan ini bukan tentang itu kami diserikat pekerja tentu harus mengkaji berbagai kemungkinan dan apa masalahnya untuk bisa selamat yah harus kami suarakan. Karena ini Kepentingan kami selaku pekerja bahwa ada yang mengancam maka harus kita konsolidasi untuk satu bahwa hakikatnya pemerintah harus bersama Rakyat, pekerja Tambang Nikel.

“Dengan Hormat Kami meminta kepada Kemenko kemaritiman dan investasi bapak luhut Binsar Panjaitan untuk berkoordinasi dengan bapak Presiden agar kembali membuka keran ekspor seperti 2017 lalu, Kasian kami pak, Ekonomi sedang susah susahnya dan kami tetap merasa terancam kalau tidak ada upaya relaksasi ekspor kembali” harapnya.

Ia menambahkan beberapa waktu kedepan akan kami pantau sekaligus evaluasi jika tidak ada langkah nyata pemerintah maka kami bekomitmen untuk terus menyuarakan hal ini.

“Maka saya akan nekat menyuarakan hal ini meskipun di tengah wabah covid-19, Konsolidasi sudah jalan dan sudah 80 persen, Semoga ada semangat baru pemerintah dalam mengakomodir permintaan kami, Agar tidak ada opini yang terbangun di ruang publik, bahwa Pemerintah bersama Investor Asing,” tegasnya.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button