Kriminal

Berikut Kronologis Pemuda di Kendari yang Diamankan Kepolisian, Gegara Jadi Pengedar Sabu

KENDARI – Kepolisian Resor (Polres) Kendari berhasil mengamankan seorang Pemuda E (24) dikarenakan menjadi pengedar sabu, Senin 29 November 2021.

Wakapolres Kendari Kompol Muhammad Alwi menjelaskan informasi tersebut berawal dari laporan masyarakat setempat hingga berhasil dilakukan penangkapan.

“Pada hari hari Minggu tanggal 21 November 2021 sekitar jam 11.30 wita anggota sat resnarkoba mendapatkan info dari masyarakat bahwa di Kos Bude Agung Jalan Sorumba Kelurahan Wawowanggu Kecamatan Kadia Kota Kendari sering terjadi peredaran gelap narkotika sehingga dengan informasi tersebut anggota Opsnal Sat Resnarkoba melakukan penyelidikan, kemudian sekitar pukul 12.30 wita anggota sat resnarkoba berhasil melakukan penangkapan terhadap IRFAN EDO alias IPANK bin EDO dan kemudian menemukan barang bukti berupa 74 (tujuh puluh empat) paket shabu dengan berat brutto 89,84 (delapan puluh koma delapan puluh empat) gram shabu yang disimpan di dalam kotak warna hitam merk Rip Curl,” jelas Kompol Alwi sapaan akrabnya.

Kompol Alwi juga mengungkapkan bahwa tersangka sudah dua kali menerima paket tersebut.

“Tersangka mengaku sudah 2 (dua) kali menerima paket shabu dari lelaki yang dia panggil OM BOS yang masih berstatus narapidana lapas kelas II A Kendari dalam kasus yang sama, Dengan cara di tempel di sekitar kendari permai sebanyak 2 (dua) paket shabu dan tersangka IRFAN EDO alias IPANK bin EDO bagi lagi menjadi 21 (dua puluh satu) paket shabu. 7 (tujuh) paket shabu telah di sebar di sekitar kel. Kadia dan tersisa 14 (empat belas) paket shabu. Dengan cara ditempel di sekitar kampus baru sebanyak 1 (satu) paket shabu dan tersangka IRFAN EDO alias IPANK bin EDO bagi lagi menjadi 60 (enam puluh) paket shabu. Namun belum sempat di edarkan telah di tangkap oleh tim opsnal sat resnarkoba polres kendari,” ungkapnya.

Alwi juga membeberkan bahwa Tersangka setiap melakukan transaksi mendapatkan keuntungan pertransaksi

“Tersangka mengaku keuntungan yang akan di peroleh dari penjualan barang haram tersebut adalah Rp. 100.000 (seratus ribu rupiah) per gramnya,” tutupnya.(KK***)

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button