Catatan Andi SyahrirOpini

Catatan Melawan Corona : Berapa Uang Kas Masjidmu?

Oleh : Andi Syahrir

Di setiap Jumat, kita mendengar uang kas masjid diumumkan. Jika tidak ada kegiatan pembangunan atau aktifitas yang menghidupkan masjid, semisal TPA atau kegiatan rutin lainnya yang menyedot anggaran besar, praktis uang kas masjid itu dari Jumat ke Jumat akan terus bertambah.

Dengan kata lain, jika masjid itu hanya menjadi tempat bertemunya umat Muslim untuk shalat berjamaah, praktis uang kas masjid hanya untuk membiayai tagihan listrik, dan barangkali sedikit untuk kebutuhan marbot (jika ada). Di setiap Jumat, ketika keuangan masjid diumumkan, posisinya adalah penambahan demi penambahan uang kas.

Ini uang tidur. Uang yang secara sosial tidak bermanfaat. Masjid yang uang kasnya terus tumbuh tak terpakai dari waktu ke waktu, menunjukkan bahwa fungsi sosial masjid ini tidak berjalan. Masjid hanya sekadar tempat ritual saja. Tidak menjadi sentrum penyelesaian persoalan sosial umat.

Berapa jumlah masjid di Sultra? Atau di Kota Kendari? Kira-kira persentase masjid yang uang kasnya terus tumbuh dan tumbuh ada berapa? Mayoritaskah?

Saya membayangkan jika saja setiap masjid menyumbangkan uang kasnya paling tidak satu juta rupiah untuk pembelian APD dan alkes lainnya untuk melawan Corona. Bisa dibayangkan berapa yang terkumpul.

Atau paling tidak, jika kas masjid ini diarahkan untuk membantu kebutuhan sehari-hari masyarakat paling rentan terdampak wabah Covid-19 di lingkungannya. Sebab, setiap masjid merupakan komunitas pertetanggaan, dimana penduduk kaya dan miskinnya terpetakan dengan baik, Data akan tersedia secara akurat.

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button