Jurnalisme Kampus

Corona Mengancam, BEM FEB UHO: Ayo,,, Stimulus Ekonomi Masyarakat Miskin, Jangan Hanya Tugu Kuda Diperhatikan

Siaran Perss (Guali, 06 April 2020): Muhammad Gustam Ketua BEM Fakultas Ekonomi & Bisnis UHO

Merespon dampak wabah virus corona atau covid-19 terhadap masyarakat Muna Barat, maka perlu kebijakan stimulus terhadap perlindungan masyarakat kategori miskin dan rentan miskin. Menurut data BPS Sulawesi Tenggara 2020 bahwa jumlah penduduk miskin di Muna Barat sebanyak 12.890 jiwa atau 16,24% dari total jumlah penduduk Muna Barat.

Pada dasarnya penduduk miskin didominasi oleh mereka yang berprofesi sebagai petani dan nelayan. Penting kiranya selalu menjaga produktivitasnya sebab mereka adalah kelompok paling rentan yang terpapar secara ekonomi dari Covid-19. Mereka merupakan pekerja harian, yang menyandarkan hidupnya dan mendapatkan gaji atau upah dari pekerjaan harian yang mereka lakukan.

Jika menilik dari APBD Muna Barat 2020 maka kita akan melihat rincian bahwa total belanja yang dianggarkan oleh Daerah sebesar Rp729M. Menimbang Surat Edaran Menteri Keuangan nomor 6 tahun 2020 tentang pedoman perubahan kegiatan anggaran dalam rangka penanggulangan virus corona atau COVID-19, juga PMK nomor 7 tahun 2020 menyangkut alokasi keuangan pemerintah daerah meliputi transfer keuangan dan dana desa, bagi hasil, alokasi umum dan insentif daerah 2020 agar daerah bisa menanggulangi COVID-19, serta Permendagri no 20 th 2020 untuk revisi realokasi APBD, maka kami mendesak agar Pemerintah segera merealokasi APBD 2020 guna stimulus ekonomi masyarakat miskin sebesar Rp200.000/jiwa dengan estimasi total biaya sebesar Rp2,6M. Jumlah tersebut masih relatif kecil jika dibandingkan anggaran pembangunan taman dan tugu patung kuda di Punto, Kecamatan Lawa yang menelan anggaran tahun 2019 sebesar Rp1,1 M namun mulai roboh dan rusak parah yang tidak berimplikasi langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan fenomena tersebut maka saya selaku masyarakat Muna Barat dan Ketua BEM FEB UHO mendesak Pemerintah Daerah harus dan segera memberi stimulus ekonomi dalam bentuk bantuan lansung tunai (BLT). skema lainnya yang dapat meringankan beban hidup yang mereka alamai akibat terdampak virus corona adalah memetakan penduduk miskin berdasarkan lokasi dan memetakan warung dan sejenisnya yang diikat dalam satu kesepehaman bahwa masyarakat yang terdata tersebut diberi keleluasaan berhutang dengan nominal tertentu dan pembiayaan pelunasannya akan ditanggung oleh Daerah.

Selian itu, Kami juga menuntut pemerintah daerah melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk menekan para spekulan dan penimbun kebutuhan pokok masyarakt. Hal ini demi meredam niatan jahil oknum2 yang memanfaatkan kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar untuk mencari keuntungan. Apalagi datangnya bulan Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri yang biasanya disertai kenaikan harga dan penimbunan bahan pokok oleh beberapa oknum. Hal ini demi kepastian pasokan makanan sampai level paling bawah sehingga panic buying dapat terhindarkan.

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button