Opini

Dampak Penyebaran Virus Covid-19 Terhadap Sektor Perekonomian Masyarakat Kelas Menengah Kebawah

Oleh : Haerul

Pada tanggal 8 Desember 2019 dunia tiba tiba di kagetkan dengan kemunculan jenis virus baru yang kemudian para ilmuan dunia menyebutnya sebagai Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Virus ini pertama kali muncul dan menginveksi Manusia di kota Wuhan (China) dan pada kelanjutan proses penyebarannya juga di konfirmasi pada seluruh dunia.

Covid-19 kemudian oleh para Ilmuan di dunia menggolongkannya sebagai jenis virus yang masih memiliki hubungan keluarga dengan jenis virus SARS yang sebelumnya juga pernah muncul dan menginveksi Manusia.

Dalam penyebarannya yang begitu cepat keberbagai Negara, jenis virus ini (covid-19) juga melanda Negara Indonesia. Kasus awal yang terkonfirmasi terjadi di Depok Jawa Barat, tercatat dua orang warga Negara Indonesia positif terinveksi covid-19 ini.

Dalam jangka waktu yang begitu cepat, jumlah kasus penyebaran dari Covid-19 mencapai ratusan bahkan ribuan warga/masyarakat di berbagai daerah di Indonesia yang kemudian memicu kepanikan di tengah tengah masyarakat juga gelombang perotes dari berbagai kelompok masyarakat, ilmuan, ekonomi, dll.

Sekarang bila kita melihat bahkan bertanya bagaimana dampak dari penyebaran virus Covid-19 terhadap sector perekonomian masyarakat kelas menengah kebawah, maka hal tersebut jelas memiliki dampak yang signifikan terhadap perek onomian mereka.

Bagaimana tidak, kalangan masyarakat yang misalnya bergerak dalam sector UMKM, Pekerja/Buruh, Tukang Ojek dan berbagai jenis pekerjaan sehari hari masyarakat sebelum terjadinya kondisi yang begitu mengagetkan ini harus mengiklaskan terhentinya kegiatan usaha mereka , gelombang PHK bagi para pekerja/buruh dalam sector industri, tukang ojek yang harus merasakan dampak akibat berkurangnya pendapatan mereka, dan berbagai jenis pekerjaan masyarakat yang tergolong dalam kelas ekonomi menengah kebawah atau yang bergerak dalam sector informal.

Pemerintah sendiri selaku pemegang kebijakan, merespon akibat dari penyebaran virus Covid-19 ini dengan mengeluarkan berbagai macam stimulus serta berbagai macam paket kebijakan dalam upaya memerangi penyebaran virus Covid-19 ini diantaranya yaitu dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 tahun 2020.

Saat ini beberapa daerah telah menerapkan PSBB dengan membatasi aktivitas masyarakat. Kebijakan ini jelas memberikan dampak ekonomi yg signifikan pada pendapatan masyarakat kelas menengah ke bawah.

Merespon hal tersebut pemerintah melakukan beberapa tindakan diantaranya dengan realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 62,3 Triliun, serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ( APBD) sebesar Rp 56 – 59 Triliun yang kemudian di sulrkan kepada masyarkat dalam bentuk diantaranya:
Kartu Sembako yang diberikan kepada 20 juta penerima
Kartu Prakerja yang di salurkan sebanyak 5,6 juta orang
Bantuan Sosial yang di alokasikan untuk 2,6 juta jiwa atau 1,2 KK

Dalam menangani permasalahan ekonomi yang terus menerus yang semakin memburuk pemerintah mulai menerapkan kebijakan New Normal. Yang dimana New Normal merupakan fase baru bagi masyarakat setelah pandemic mulai surut.

Dalam fase ini masyarakat di izinkan beraktifitas seperti biasa, namun di barengi dengan beberapa protoko tertentu yang bersifat mengikat. Penerapan New Normal saat ini dilakukan dengan beberapa kategori, yaitu daerah yang merupakan zona hijau, zona yang merupakan daerah yang belum memiliki pasien yang terpapar covid-19.

Dengan diberlakukan New Normal di Indonesia masyarakat di harapkan mematuhi kebijakan dan aturan yang di keluarkan oleh pemerintah guna memerangi penyebaran Covid-19.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button