Pertambangan

Diduga Sebagai Penyebab Polusi Udara Warga Motui Blokade Hauling PT. OSS

Konawe, Kendarikini.com – Masyarakat Kecamatan Motui Kabupaten Konawe Utara (Konut) akhirnya bereaksi atas polusi debu batubara dari PT Obsidian Stainless Steel (OSS). Senin (22/2), warga menggelar aksi protes di jalan hauling PT OSS diperbatasan Konawe – Konut yang mengakibatkan aktivitas hauling perusahaan tersebut lumpuh sementara waktu.

Aksi warga menggandeng Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa (Hippma) Motui merupakan bentuk protes terhadap perusahaan industri PT OSS. Pasalnya, warga merasa pihak perusahaan tidak memiliki niat baik untuk mengatasi polusi debu batubara yang mengepung kecamatan Motui. Padahal, masalah tersebut sudah beberapa kali dibahas bersama perusahaan.

“Masalah debu batu bara ini sudah enam kali pertemuan dengan pihak PT OSS. Tapi sampai hari ini belum ada realisasi untuk penanganannya. Tidak ada solusi sama sekali,” ujar koordinator aksi, Ikbal.

Dia mengungkap masalah polusi debu batu bara harus segera diselesaikan. Dia mencemaskan kesehatan warga Motui utamanya balita yang kini mulai terserang penyakit karena debu batubara PT OSS.

“Kami mendesak PT OSS untuk menghilangkan debu batubara yang menggerogoti wilayah kami. Kami terancam kerusakn fungsi pernapasan jika ini berlangsung lama,” imbuhnya.

Dia juga mengungkap bukan hanya polusi debu batubara yang harus diatasi. Namun pihaknya juga mendesak perusahaan untuk menertibkan pembuangan limbah PLTU. “Limbah PLTU dibuang kesungai. Secara kasat mata bisa kita liat sungainya mulai tercemar,” ucap Ikbal.

Aksi protes belasan mahasiswa asal Motui ini sempat memanas. Terjadi aksi saling dorong antara pihak mahasiswa dengan security PT OSS yang berjaga dilokasi unjuk rasa. Security perusahaan berusaha menghalau mahasiswa ketika hendak membakar ban di jalan hauling. Suasana redam setelah pihak Polres Konawe menemui pendemo. Aktifitas di jalan hauling kembali berjalan normal setelah mahasiswa diarahkan menuju kantor PT OSS.

Dihari yang sama kepala se-kecamatan Motui juga menyambangi pihak manajemen perusahaan PT OSS di kecamatan Morosi. Para kepala desa juga membawa aspirasi warganya agar masalah polusi debu batubara di Kecamatan Motui segera mendapatkan solusi.

Sayangnya, pertemuan para Kades dengan pihak manajemen PT OSS berlangsung tertutup. Pihak PT OSS tidak membolehkan wartawan untuk melakukan peliputan di dalam ruang pertemuan.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button