Pertambangan

Dugaan Ilegal Mining PT. AMIN, Di Soroti

Kolaka Utara, Kendarikini.com – PT. Alam Mitra Indah Nugraha (PT. AMIN) kembali melakukan pertunjukan yang luar biasa. Entah siapa di balik PT. AMIN, adakah yang berani membacking PT.AMIN? Fakta lapangan memperlihatkan bahwa PT.AMIN memang Kebal Hukum serta tak menghiraukan lagi Proses atau kaidah-kaidah Pertambangan. IUP di Kecamatan Tolala tapi faktanya justru Menambang di Kecamatan Batu Putih. Anehnya Pihak Penegak Hukum hanya terdiam seakan-akan tak berkutik.

“Kita bertanya, ada apa dibalik itu semua? Harapan Masyarakat tentunya yang bisa menidak dugaan pertambangan illegal yang di lakukan PT. AMIN adalah Kepolisian. Tapi sayangnya PT. AMIN tetap bebas melakukan Aktivitas Illegal Mining tersebut meski harus menabrak aturan” Ungkap Regita

Menurutnya yang paling disesalkan lagi adalah ESDM Provinsi Sultra. Yang semestinya harus mempertimbangkan baik-baik sebelum mengeluarkan RKAB untuk PT. AMIN. terkesan dinas ESDM Propinsi juga ada koordinasi baik dengan PT AMIN duganya..?

“Karena mengacu pada tahun 2018-2019 PT.AMIN selalu melakukan Penambangan secara Illegal dan itu dapat kita Buktikan secara fakta lapangan bahwa IUP PT. AMIN berada di Desa Patikala Kecamatan Tolala tapi Aktivitasnya di Desan Mosiku dan Desa Latou Kecamatan Batu Putih. Entah apa yang merasuki mereka yang pemegang kebijikan hari ini, tumpuan harapan Masyarakat soal Kebenaran kini akan sirnah” Ungkap Regita dengan nada kesal

Hari ini PT.AMIN kembali lagi melakukan Penambangan secara Illegal di Kecamatan Batu Putih. Sudah kurang lebih 6 Tongkang atau Pemuat Ore PT.AMIN sandar di Jetty Masalle Eks.PT.Kurnia Teknik Jayatama. Aktivitas tersebut sangat merugikan negara baik secara lingkungan maupun secara Finansial.

Harapan kami kepada Kapolda Sultra agar betul-betul serius menagani Aktivitas Illegal yang di lakukan oleh PT.AMIN jangan biarkan hal tersebut semakin membabi buta hingga nantinya Masyarakat kriris kepercayaan terhadap penegak hukum di bumi Anoa ini.

“Dan Kami juga meminta kepada Gubernur Sultra sebagai pemegang kebijakan tertinggi di Sulawesi Tenggara agar memberikan Sanksi Pencabut IUP terhadap PT.AMIN. Ulah dari tahun 2018-2019 kembali di lakukan di tahun 2020 tepatnya di bulan April ini. Jadi tidak ada lagi alasan Gubernur Sultra tidak memberikan Sanksi kepada PT.AMIN. Ujar Mahasiswa dari Kecamatan Batu Putih” Pungkas Regita.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button