Pertambangan

Dugaan Ilegal Mining PT. Tiran Mineral di Konawe Utara, Diadukan ke Mabes Polri

JAKARTA – Dugaan ilegal mining PT. Tiran Mineral yang sebelumnya telah di adukan ke Polda Sultra kini kembali di adukan ke Mabes Polri.

 

Direktur Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) Hendro Nilopo mengatakan langkah yang di tempuh pihaknya merupakan langkah pressure atas pengaduan sebelumnya di Mapolda Sultra.

 

“Sebelumnya sudah kami adukan ke Polda Sultra, tapi kami merasa kurang puas dengan penanganan oleh Polda Sultra sehingga kami putuskan untuk membawa persoalan ini ke Mabes Polri,” ucap Hendro pasca memasukan aduan ke Mabes Polri pada, Selasa 11 Januari 2021.

 

Menurutnya, penanganan Polda Sultra terkait dugaan ilegal mining PT. Tiran Mineral terdapat beberapa kejanggalan saat dirinya menghadiri undangan kalrifikasi di Ditreskrimsus Polda Sultra pada 5 Januari 2022 lalu.

 

“Jadi pada saat saya di minta keterangan, hal yang substansial yang di pertanyakan saat itu adalah legalitas lembaga bukan pokok perkara atau materi pengaduan menurut saya,” imbuhnya.

 

“Padahal yang seharusnya menjadi substansi adalah pokok perkaranya atau materi pengaduan, apalagi seluruh bukti-bukti terkait dugaan ilegal mining PT. Tiran Mineral telah kami lampirkan semua di dalam pengaduan kami,” tambahnya.

 

Namun, terlepas dari itu, pihaknya mengaku memaklumi kejadian tersebut. Sebab dengan banyaknya persoalan yang mungkin harus ditangani oleh pihak Ditreskrimsus Polda Sultra sehingga menurutnya manusiawi jika terjadi beberapa kekeliruan dalam penanganan kasus dugaan ilegal PT. Tiran Mineral.

 

“Iya, kami juga memahami, mungkin karena mereka (Dirteskrimsus) banyak kasus yang harus di tuntaskan makanya penanganan kasus yang kami adukan agak kurang memuaskan bagi kami,” pungkasnya.

 

Oleh sebab itu, pihaknya memutuskan untuk melanjutkan kasus dugaan ilegal Mining PT. Tiran Mineral ke Mabes Polri. Dengan harapan kasus PT. Tiran Mineral tersebut bisa segera di ungkap dan di proses sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

 

“Tentu salah satu harapan kami agar dugaan ilegal mining PT. Tiran Mineral ini bisa segera di ungkap dan seluruh pihak-pihak yang terlibat di dalamnya bisa segera di proses sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tutupnya.

 

Selain itu Ampuh Sultra juga bakal melaporkan hal tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI), dan meminta ke KPK RI untuk memanggil sejumlah pihak berwenang untuk yang diduga terlibat.

Terkait persoalan tersebut Tim Kendarikini juga berusaha mengkonfirmasi Humas PT. Tiran Mineral La Pili, namun sampai berita ini diterbitkan belum mendapatkan tanggapan.***

 

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button