Pertambangan

FKP3D: Desak Bareskrim Mabes Polri Tetapkan Pimpinan PT. Binanga Harta Maraya Sebagai Tersangka

Kendari, kendarikini.com – Aktivitas penambangan ilegal di Konawe Utara terus terjadi, kali ini diduga di lakukan oleh PT. Binanga Harta Maraya di Desa Marombo Kec. Lasolo Kepulauan Kabupaten Konawe Utara. Aktivitas penambangan tersebut terus dilakukan hingga kini walaupun belakangan ini Bareskrim Mabes Polri sedang melakukan penindakan terhadap tambang-tambang yang diduga melakukan kejahatan lingkunagan, (16/4).

Aktivitas penambangan ilegal yg diduga di lakukan oleh PT. Binangan Harta Maraya tersebut mendapat kecaman dari Forum Komunikasi Pemuda Pelajar Pembela Demokrasi (FKP3D) Sultra. Melalui Ketua Umum FKP3D La Saharudin sangat menyayangkan tindakan Kejahatan lingkunagn yg dilakukan oleh PT. Binangan tersebut, pasalnya PT. Binangan tidak memiliki Izin pinjam pakai kawasan Hutan (IPPKH).

“Kami sangat menyayangkan penambangan ilegal dan kejahatan lingkungan yang dilakukan oleh PT Binangan. Perusahan tersebut beraktivitas di kawasan hutan dan tidak memiliki IPPKH dan harapan kami Bareskrim Mabes Polri segera Menetapkan Pimpinan PT. Binangan sebagai tersangka pelaku kejahatan lingkungan apa lagi Bareskrim baru-baru ini sedang melakukan penyegelan terhadao tambang yang di duga melakukan kejahatan lingkungan” tegasnya.

Selanjutnya La Saharudin juga mendesak Bareskrim Mabes Polri untuk segera menetapkan tersangka Pimpinan PT. Binanga atas dugaan pelaku kejahatan lingkungan. Dolain sisi Forum Komunikasi Pemuda Pelajar Pembela Demokrasi telah menyiapkan beberapa langkah dalam hal menyikapi dugaan Penambangan ilegal dan pengrusakan lingkungam yang dilakukan oleh PT. Binanga.

“Kami telah menyiapkan beberapa hal untuk melakukan pelaporan PT. Binanga Harta Maraya atas dugaan Penambangan ilegal dan kejahatan lingkungan yang dilakukannya dan kami juga telah mengumpulkan beberapa bukti” ungkapnya.

Di lain sisi Sahar sebagai Ketua FKP3D berharap Bareskrim Mabes Polri untuk tidak tebang pilih dalam menindak perusahaan tambang di Konawe Utara yang diduga melakukan kejahatan lingkunan termasuk PT. Binanga Harta Maraya yang tidak memiliki IPPKH.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button