Hukum

HIPPMA-KONUT Desak Kapolri Copot Dan Pidanakan KAPOLDA Sultra

KONAWE UTARA – Hardiono warga Desa Onewila, kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, yang sempat viral akibat salah satu postingannya di salah satu media sosial terkait kedatangan TKA di Bandara Halu Oleo harus berurusan dengan Kepolisian sebab video yang disebar dinilai adalah Hoax oleh Kapolda Sultra.

Dimana di sela konferensi pers Kapolda Sultra mengeluarkan pernyataan bahwa
“puluhan TKA itu, bukan baru tiba dari cina melainkan mereka dari jakarta untuk memperpanjang visa dan kontrak karena mereka tidak bisa pulang ke negaranya, serta telah memiliki surat keterangan dari karantina kesehatan dan perijinan dari imigrasi sebelum tiba di Kendari”.

Namun pernyataan tersebut tidak sesuai dengan fakta yang disampaikan dan dibantah oleh Kepala
Kantor Perwakilan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tenggara (Sultra), mengonfirmasi bahwa 49 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang tiba di Bandara Haluoleo Kendari pada Minggu (15/3), adalah TKA yang berangkat dari China, dan bukan TKA lama yang berangkat dari Jakarta.

Menanggapi hal tersebut Oscar Sumardin Selaku Sekertaris Umum HIPPMA-KONUT sangat menyayangkan sikap Kapolda Sulawesi Tenggara sebagai pejabat Negara tidak menyaring Informasi terlebih dahulu apalagi ini menyangkut Institusi Kepolisian yang dinilai Profesional dalam menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan Masyarakat Sulawesi Tenggara, maka atas dasar kelalaian ini.

Dengan Tegas Kami Secara Kelembagaan HIPPMA-KONUT Mendesak KAPOLRI untuk segera memanggil dan memeriksa BRIGJEND POL Drs. Merdisyam, M.Si atas dugaan pelanggaran disiplin anggota Polri & dugaan pelanggaran UU ITE

“Di Pasal 28 ayat 1 yang menyatakanSetiap orang dengan sengaja, dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik yang Dapat diancam pidana berdasarkan Pasal 45A ayat (1) UU 19/2016, yaitu dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar,” Jelas Mahasiswa Pascasarjana UHO saat dihubungi Via What’s app.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button