Berita

HMI Cabang Kendari Desak Pemprov dan Polda Sultra Hadirkan Solusi Nyata Lawan Covid-19

Kendari, kendarikini.com – Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kendari mendesak Pemerintah provinsi (Pemprov) dan Polisi Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menghadirkan solusi nyata dalam melawan dan melakukan pencegahan Covid-19, Pasalnya himbauan ke masyarakat untuk menggunakan masker agar dapat meminimalisir penyebaran Virus Corona disetiap kabupaten kota, hal ini perlu di apresiasi keseriusan Gubernur dan Kapolda Sultra untuk memutuskan mata rantai penyebaran covid-19 tetapi disisi lain Masker sangat sukar didapatkan, (9/4).

Ketua umum HMI Cabang Kendari Ujang Hermawan mengatakan tetapi disisi lain membingungkan masyarakat pasalnya Pemprov dan Kapolda Sultra hanya menghimbau saja tanpa ada solusi nyata yang ditawarkan agar masyarakat taat dan patuh terhadap himbauan itu, hal ini dikarenakan langkahnya masker ditengah-tengah masyarakat, adapun masker yang ada diperjual belikan dengan harga yang sangat mahal.

“Dengan adanya fenomena sosial seperti ini perlu kita pertanyakan anggaran 300 Miliar dan dana cadangan 500 miliar yang disiapkan Pemprov Sultra untuk penanganan covid-19 untuk apa dan dimana peruntukannya?, Ini sangat miris skala masker saja pemprov tidak bisa menyiapkan untuk masyarakat apalagi kalau kita mau berbicara soal sandang,pangan,papan untuk memenuhi kelangsungan hidup masyarakat, tentu perlu ada transparansi dalam penggunaan anggaran jangan sampai mengambil keuntungan ditengah Covid-19,” jelasnya saat dihubungi via telepon.

Lanjut Ujang Hermawan mengatakan bahwa kalau situasi terus menerus seperti ini tanpa ada perubahan signifikan untuk memikirkan solusi ekonomi dan kebutuhan hidup masyarakat, ini akan dicatat oleh sejarah bahwa kematian masyarakat Sultra bukan karena Virus Corona tetapi kematian disebabkan kelaparan.

“Pemerintah dan Penegak hukum jangan menyalahkan masyarakat ketika mereka melakukan hal-hal diluar batas seperti menjarah,merampok dan lain-lain untuk memenuhi kebutuhan hidup dan bertahan hidup dengan cara seperti itu karena terjadinya suatu kesenjangan dan konflik besar disebabkan adanya kesengsaraan dan kelaparan” tutupnya.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button