Berita

HMI Cabang Kendari : Tantang Kapolda dan Gubernur Untuk Hentikan Aktivitas Sementara PT.VDNI

KENDARI – Warga Sulawesi Tenggara dihebohkan dengan beredarnya video Warga Negara Asing (WNA) asal China masuk ke Kota Kendari melalui Bandara Halu oleo.

Peristiwa Kejadian masuknya 49 TKA Asal China yang masuk ke kendari melalui bandara Halu Oleo dan menjadi perbincangan hangat sekarang ini di tengah mewabahnya Virus Corona (COvid 19 ). Terlebih lagi setelah di keluarkannya pertarutan HK.04/II/2020 tentang pelarangan penggunaan sementara Tenaga Kerja Asing ( TKA ) tanggal (26/02)

Begitu pula himbauan peraturan pemerintah PP untuk kebijakan pembatasan sosial atau social distancing, agar masyarakat tidak melakukan aktivitas kerumunan seperti acara pernikahan, Kegiatan ibadah dan yang lainnya, hal itu tidak tegas dan adil dalam penerapannya.

Sementara fenomena yang terjadi di Sulawesi tenggara Gubernur dan Kapolda telah melakukan pembiaran terhadap aktivitas PT. VDNI sehingga keseriusan pemerintah untuk menganangi Covid-19 kami anggap hanya mewajibkan keguguran, seharusnya tidak ada pandang bulu dalam berbagai kelompok apalagi ini perusahaan Mega industri yang telah memperkerjakan ribuan manusia didalamnya.

Yang anehnya lagi PT. VDNI mengeluarkan kebijakan untuk merumahkan karyawan itu hanya sebagian kecil pekerja, itupun hanya karyawan yang tidak tinggal diarea 3 kecamatan yang masuk dalam masyarakat lingkar tambang.

“Seharusnya pihak PT.VDNI jangan hanya mengejar keuntungan semata tetapi harus memperhatikan kesehatan dan keselamatan pekerja apalagi ini pandemi virus Corona yang sudah mendunia, ditambah lagi aktivitas pekerja lokal dan TKA tidak bisa dibedakan mereka bercampur baur dalam melakukan aktivitas kerja didalam perusahaan tersebut”, Ucap Ketua Umum HMI Cabang Kendari Ujang Hermawan (25/03)

Ia menantang gubernur dan Kapolda Sultra untuk menghentikan sementara aktivitas PT.VDNI ditengah menyebarnya virus Corona, karena itu lebih efektif dalam penerapan maklumat Kapolri serta himbauan Kapolda dan Gubernur Sultra.

“Jikalau gubernur dan Kapolda Sultra tidak berani untuk menghentikan aktivitas PT. VDNI berarti ada indikasi kongkalikong bersama Pimpinan PT.VDNI, Kemudian saya juga menantang kepada Kapolda Sultra untuk segera memulangkan 49 TKA asal China karena Mereka berdalil menggunakan Visa kunjungan. Bukan visa untuk bekerja. Namun Faktanya 49 TKA asal China tersebut langsung dikarantina disalah satu perusahaan yang berada diSultra yaitu PT.VDNI,” tutupnya.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button