Opini

HMI Penghasil Pemimpin atau Pemimpi?

72 tahun Himpunan ini berdiri dengan banyaknya dinamika dan intrik yang terjadi di dalamnya, semakin kita perhatikan Himpunan ini mengalami kemunduran yang sangat kompleks untuk dihadapi.

Kita terbuai akan kejayaan masa lalu sehingga kitapun lupa bagaimana kualitas kita saat ini? Kita terlalu banyak berfikir tataran konsepsi besar tapi lupa dalam mentransformasikan gagasan ke dalam sebuah aksi nyata. Kita terlalu banyak berfikir dan berkonsepsi hal hal yang bersifat sementara sehingga kita lupa membentuk pondasi fundamental jangka panjang sebagai Kader Umat dan Kader Bangsa.

Lalu pertanyaannya, kenapa kondisi ini bisa terjadi? Jawabannya adalah Bagaimana kualitas Individunya? Karena sebuah peradaban pasti akan bermuara pada entitas individu. Sekarang kita terperangkap oleh mindset pragmatisme, individualisme, oportunis tapi tidak mau berdedikasi demi kebermanfaatan dan upgrade kualitas diri.

Mindset kita berfikir hanya terus menunggu apa instruksi dan arahan, tapi kita lupa inisiatif kita untuk pergerakan himpunan ini. Jika kita terus menanyakan apa yang organisasi berikan kepadamu? maka tidak akan ada kebermanfaatan yang akan kita dapatkan. Karena hukum sebab akibat adalah ketika berbuat sesuatu dan melakukan sesuatu untuk organisasi maka feedback kebermanfaatan akan dirasakan.

Kita harus cepat berfikir bagaimana cara untuk Terbinanya Insan Akademis, Pencipta, Pengabdi yang bernafaskan  Islam dan bertanggungjawab atas terwujudnya Masyarakat Adil Makmur yang di ridhoi Allah SWT. Apakah mission hanya sebagai konsepsi utopis di zaman seperti sekarang ini?

Degradasi moral yang terjadi pada bangsa ini membuat seluruh tatanan kehidupan berbangsa bernegara berubah, HMI harus mampu berfikir bagaimana menjawab tantangan zaman di era disrupsi seperti ini. Mulailah dari komisariat untuk membenahi dan bergerak untuk menciptakan kader kader yang berkepribadian muslim yang kokoh akan pondasi spiritualnya.

Menurut World Economic Forum, 10 skills yang akan menunjang kesuksesan kita dalam Era Revolusi Industri 4.0, Era Disrupsi yaitu

1. Complex Problem Solving

Ini semua bisa kita dapatkan di HMI bagaimana himpunan ini dalam mengemban amanah sebagai kader umat dan kader bangsa haruslah siap dalam menghadapi persoalan persoalan yang datang bertubi tubi, baik itu dalam lingkaran organisasi, kehidupan, keluarga, karir, rumahtangga maupun persoalan lainnya.

Semakin kita terbiasa menyelesaikan masalah masalah semakin kita terasah kemampuan dalam menghadapi kompleksitas masalah. Skills inilah yang dibutuhkan di masa yang akan mendatang, maka bersiaplah dan beranilah berproses di himpunan ini dengan segala kemampuan yang ada untuk dimaksimalkan.

2. Critical Thinking

Sebagai kader umat dan kader bangsa harus memiliki daya nalar kritis dalam menghadapi segala opini opini yang menjerumuskan pada kepentingan golongan, kita juga harus kritis dalam menghadapi berbagai situasi yang terjadi dalam hidup kita.

3. Creativity 

Kreatifitas merupakan faktor penting  dalam menunjang kesuksesan, perbanyaklah berkarya untuk menghasilkan mindset kreatif dalam hidup kita.

4. People Management 

Kemampuan mengorganisasi orang merupakan skill yang wajib harus dimiliki, karena kedepan kita harus mampu menciptakan sebuah gerakan yang bernarasi besar dengan pola kepemimpinan akan membuat pengorganisasian lebih mudah.

5.  Coordinating With Others

Kemampuan berkomunikasi dalam berkoordinasi merupakan faktor penting dalam menjaga hubungan baik, pola komunikasi sangat menentukan  sebuah proses yang baik dan terorganisir berkat koordinasi yang baik

6. Emotional Intelligence  

Emotional intelligence berhubungan erat dengan kemampuan kita mengatur emosi. Yang jelas, dunia kerja hanya diperuntukkan untuk mereka yang nggak marah-marah saja atau mudah baper. Semakin pandai dia me management emosinya, semakin cepat dia ke posisi yang lebih tinggi.

7. Judgment and Decision Making

Keputusan tepat disaat yang tidak kondusif merupakan hal yang cukup susah. Biasanya hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melakukanya. Kemampuan ini disebut dengan judgment and decision making skill.

8. Service orientation 

Siapa saja yang bisa memberikan pelayanan terbaik, dialah yang akan menang. Itulah konsep bisnis di era ini. Nah, itu juga disebut dengan service orientation. Siapa saja yang telah paham caranya memperlakukan orang lain, apa lagi mereka yang tahu caranya menyenangkan pelanggan, maka beruntuhlah mereka.

9. Negotiation

Negotiation adalah kemampuan berbicara untuk mempengaruhi orang lain. Kemampuan ini penting jika kita diharuskan untuk mencari client atau bekerja sama dengan pihak lain kedepanya.

10. Cognitive Flexibility 

The last but not least skill yang harus kita punya adalah Cognitive Flexibility. Cognitive Flexibility mirip dengan keceradasan dalam bertindak. Ungkapan yang sering menggambarkan Cognitive Flexibility adalah ” Lebih baik menyalakan lilin dari pada meratapi kegelapan”. “Lebih baik menemukan pintu lain dari pada berlama — lama menyesali satu pintu yang telah terkunci”

 10 skill ini merupakan softskill yang harus dimiliki agar kita dapat menjadikan HMI penghasil Pemimpin dengan segala kompetensi hardskill dan softskillnya, kader HMI harus terus bergerak aktif untuk mencari ilmu ilmu yang belum didapatkan didalam kelas kuliah, didalam organisasi maupun dimensi lainnya. Semua itu harus dilandaskan pada Spiritual yang kuat dengan implementasi keislaman dan keindonesiaan.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button