Pertambangan

Ini Penjelasan Bupati Morowali Soal Tapal Batas dan Klaim Jetty PT Tiran dan KDI

MOROWALI – Akhir-akhir ini mencuat dan menjadi perbincangan publik terkait tapal batas antara Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah dan Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara.

Selain itu dua perusahaan tambang PT. Tiran dan PT. KDI juga saling mengklaim kepemilikan Jetty yang terletak di Desa Matarape, Kecamatan Menui Kepulauan Kabupaten Morowali.

Terkait hal tersebut Bupati Morowali Drs. Taslim saat ditemui oleh awak media menjelaskan terkait persoalan tersebut.

“Kita bukakan karpet merah untuk swasta kalau mau investasi di daerah kita, semua pengurusan gratis dan bisa ditanyakan ke pengusaha-pengusaha yang telah berinvestasi disini,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa membangun daerah tak bisa hanya mengandalkan APBN.

“Untuk membangun daerah kita tidak bisa hanya mengandalkan APBN dan untuk membangun daerah kita perlu investasi dari pihak swasta,” tambahnya.

Saat ditanyakan terkait Jetty PT. Tiran dan PT KDI, Bupati Morowali menanggapi bahwa pihaknya selalu mempermudah siapapun yang mau berinvestasi di daerahnya.

“Jetty yang diklaim tersebut kan masuk Morowali dan pihak Tiran akui bahwa itu masuk wilayah kami saat kami undang,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya tidak mempersulit PT. Tiran.

“Kami bilang pada pihak PT. Tiran untuk mengurus perizinannya dan Kami siap memfasilitasi, Terus PT. Tiran sudah ada dokumen AMDAL dari Sultra, tinggal dia mengurus lagi disini,” tuturnya.

Ia juga mengatakan jika PT. KDI yang memiliki Jetty tersebut mesti juga melengkapi administrasi perizinannya.

“Begitu juga PT.KDI Jika memang itu tersus tersebut milik PT. KDI lengkapi administrasinya dan bawa ke kami, jika itu terbukti milik PT. KDI kami juga siap membantu, intinya saya selaku Bupati Morowali tidak mancampuri internal PT. Tiran dan PT. KDI saya selaku Bupati Morowali hanya fokus terkait tapal batas yang sesuai titik koordinat masuk wilayah Sulawesi Tengah atau Kabupaten Morowali,” bebernya.

Terakhir Pihaknya menuturkan bahwa Ia telah membentuk Tim untuk menangani persoalan tersebut.

“Kami juga sudah membentuk tim, dan sudah beberapa kali mengambil titik koordinat yang dimana jetty tersebut masuk dalam wilayah Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah,” tutupnya.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button