Politik

IDi-Si, PAW Gerindra Harus Selektif

Kendari, Kendarikini.com – Direktur Institut Demokrasi dan Social Indonesia, Enggi Indra Syahputra menganalisis PAW Partai Gerindra Dapil Sultra setelah kepergian Salah satu kader terbaik yakni H.Imran.

Sultra telah kehilangan Politisi terbaik. Dalam hal ini Anggota DPR-RI Dapil Sultra yang berasal dari partai yang berlambang burung Garuda tersebut atau dikenal dengan Partai Gerindra.

Direktur Institut Demokrasi & Social Indonesia IDi-Si Enggi Indra Syahputra mengatakan setelah kepergian salah satu Politisi terbaik Sultra yang mewakili secara keseluruhan masyarakat Sulawesi tenggara diparlemen hendaknya Pergantian Antar Waktu (PAW) Partai Gerindra harus lebih selektif memilih kader yang lebih berintegritas dan berkualitas untuk mengganti H.Imran, mengingat Almarhum H.imran merupakan kader Gerindra yang mempunyai rekam jejak yang bagus dalam karier politiknya terkhusus di Sulawesi Tenggara.

“Diurutan kedua perhelatan pemilihan Anggota DPR-RI Dapil Sultra Dipartai Gerindra setelah H. Imran adalah Bapak Haerul saleh,Akan tetapi sekali lagi saya katakan PAW Partai Gerindra harus lebih selektif lagi demi menjaga nama baik dan basis masa partai Gerindra di Sulawesi Tenggara,” Ucapnya saat dihubungi via WhatsApp (2/4).

Lanjutnya Ia menambahkan Ada Catatan buruk yang ditorehkan pada pilcaleg periode sebelumnya,yaitu pada tahun 2014 Silam,dimana Haerul saleh telah digugat oleh calon lain dalam hal ini atas nama H.Aptati Kamaruddin karena diduga terjadi penggelembungan suara oleh Haerul Saleh, Sehingga Pada saat itu Dewan Kehormatan Penyelenggaraa Pemilu (DKPP) memecat 5 komisioner KPUD Kolaka karena kasus tersebut

“Sehingga PAW Partai Gerindra harus lebih selektif dan memperhatikan kepentingan jangka panjang untuk melakukan hal terbaik demi masyarakat Sultra dengan memilih PAW yang lebih berintegritas dan berkualitas,” tutupnya.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button