Hukum

Kasus Qidam Tak Kunjung Tuntas, Alumni LK2 HMI Palu Minta Kapolda Turun Jabatan

Kendari, Kendarikini.com – Tragedi naas yang menimpa salah satu pemuda poso bernama Qidam Alfarizki Mowance menjadi perbincangan halayak ramai, pasalnya korban yang baru lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) itu diduga tewas ditembak oleh aparat kepolisian saat melintas di belakang Polsek Poso Pesisir Utara, (09/04/20).

Alumni Latihan Kader 2 (LK2) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palu Muh. Asdar mengatakan, Pemerintah Daerah (Pemda) Sulawesi Tengah (Sulteng) perlu mendorong Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulteng dalam menyuarakan keadilan guna menuntaskan kasus Qidam.

“Kapolda harus melakukan penyelidikan secara intensif agar kasus ini menemukan titik terang. Kalau pihak kepolisian tidak bisa melakukan penyelidikan secara tegak dan seadil-adilnya, seharusnya Kapolda turun dari jabatannya,” ungkap Muh. Asdar yang akrab disapa Mathius, Selasa 14 April 2020.

Kepala Suku LK2 HMI cabang Palu Muliadi yang juga geram, mengutuk keras tindakan brutal pihak kepolisian Sulteng yang dianggap sangat tidak berperikemanusiaan dan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM).

Menurutnya, tindakan oknum kepolisian tersebut sangat bertolak belakang dengan asas praduga tak bersalah dimana korban di perlakukan tanpa melalui mekanisme hukum yang jelas.

“Saya meminta agar Komnas HAM, Ombudsman, LPSK, dan Kompolnas serta seluruh stake holder Sulawesi Tengah ikut serta dalam menangani kasus tewasnya almarhum Qidam. Lembaga-lembaga ini perlu membentuk tim bersama untuk mendorong akuntabilitas negara dalam kasus ini, memberikan perlindungan bagi korban dan keluarga korban, termasuk memastikan berjalannya dan terpenuhinya hak-hak keluarga korban atas keadilan, kebenaran dan keterbukaan dalam penyelesaian kasus ini,” tuntut Muliadi yang merupakan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo.

Selain itu, Muliadi yang akrab disapa Daeng Ucup, meminta pihak kepolisian menarik pernyataan dimedia yang menyatakan bahwa Qidam tergabung dalam jaringan MIT pimpinan Ali Kalora.

“Pihak kepolisian perlu menjelaskan secara transparan persoalan ini kepada keluarga, dan publik karena pihak keluarga meyakini bahwa Qidam tidak bersalah seperti yang diduga pihak kepolisian. Oknum pelaku pembunuhan Qidam juga harus ditangkap sebagaimana yang termaktub di Kitab Undang-undang Hukum Pidana(KUHP),” tutupnya.

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button