Berita

Kebijakan Dirumah Saja Membuka Lebar Pintu Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Kendari, Kendarikini.com – Kebijakan untuk tetap di rumah selama masa karantina pandemi Corona (Covid-19) mengundang berbagai masalah sosial, salah satunya terhadap peningkatkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Sekertaris umum Korps HMI-Wati Badan Kordinasi (Kohati Badko) Sulawesi Tenggara (Sultra) Luthfi Badiul Oktaviya mengatakan, selama masa karantina pandemi Covid-19, rumah yang seharusnya menjadi tempat aman untuk melindungi diri dari penyakit, tidak menjadi tempat yang aman bagi korban kekerasan.

“Pertanyaannya kemana perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan akan lari mencari perlindungan selama kebijakan physical distancing atau di rumah saja berlaku? Pendidikan mengenai kesejahteraan keluarga, Hak Asasi Manusia (HAM) dan keadilan gender perlu ditanamkan agar rumah bisa menjadi ruang yang aman bagi korban kekerasan,” ucap Luthfi saat ditemui dirumahnya, Sabtu 11 April 2020.

Sebagai aktivis perempuan ia menilai, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak selama masa karantina Covid-19 tanpa disadari semakin meningkat.

“Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau KDRT, dan kekerasan terhadap anak itu adalah masalah privat rumah tangga. Jadi pemerintah baik Dinas Sosial maupun organisasi perlindungan perempuan dan anak akan sulit mendeteksi. Lingkungan terdekat kita harus saling kerjasama untuk melindungi mereka, utamanya penegak hukum, ” pungkasnya.

Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Halu Oleo (UHO) ini menambahkan, perempuan adalah korban utama ketimpangan gender selama mewabahnya Covid-19, hal ini karena beban perempuan dua kali lebih berat dari sebelum adanya pandemi.

“Perempuan dua kali lebih terbebani secara psikis dan ekonomi. Pekerjaan rumah tangga mereka lebih berat saat anak-anak dan suaminya diliburkan dari sekolah juga kantor. Apalagi jika ada keluarga mereka yang lansia dan penyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus. Perempuan ekonomi kelas menengah kebawah yang memiliki pendapatan perhari harus mengambil cuti untuk bekerja dirumah, sementara mereka juga harus memenuhi kebutuhan ekonomi,” tukasnya.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button