Kriminal

Kerap Soroti Dugaan Ilegal Mining PT. Rajawali dan CS8, Aktivis di Sultra Diteror OTK

KENDARI – Kerap menyoroti dugaan ilegal mining PT. Rajawali dan CS8 beserta dugaan keterlibatan oknum anggota polisi, Aktivis di Sultra mendapatkan teror oleh orang tak dikenal (OTK)

Diketahui perusahaan tersebut tidak terdaftar di MODI ESDM dan tidak memiliki IPPKH, bahkan ditempat tersebut telah terpasang Plang Dinas Kehutanan Sultra yang menerangkan kawasan tersebut masuk kawasan hutan dan Plang Gakum KLHK serta Tipidter Mabes Polri terkait larangan aktivitas di wilayah tersebut.

Salah satu aktivis yang merupakan Ketua Jaringan Lingkar Pertambangan (JLP) Wawan Soneangkano yang kerap menyoroti perusahaan yang beraktivitas di Blok Marombo, Kecamatan Lasolo Kabupaten Konawe Utara beberapa kali mendapatkan teror dari otk.

“Kami menduga pihak perusahaan dan pembackupnya merasa tidak nyaman dengan sorotan kami, sehingga beberapa orang yang diduga merupakan orang perusahaan meneror melalui telepon,” katanya.

Wawan juga membeberkan teror tersebut makin menjadi setelah sebelumnya dia memasukkan aduan terkait dugaan keterlibatan oknum polisi SGT di Polda Sultra.

“Pada tanggal 21 Maret 2022 tepatnya pada pukul 18:32 sempat mendapat telepon dari salah satu orang yang mengaku sebagai orang pihak perusahaan yang saya adukan di Polda Sultra sekaligus anggota polisi yang saya adukan dalam persekongkolan dugaan ilegal mining, Yakni CPT sebagai direktur utama dan SGT Oknum Polisi.
Dalam percakapannya, orang yang mengaku dari perusahaan itu sempat mengeluarkan bahasa agar saya hati-hati, hingga mengatakan saya agar bisa berhenti dalam mengusut dugaan Ilegal Mining Perusahaan PT. CS8 yang tidak memiliki IUP itu. Jika tidak saya akan di lapor balik. Bahkan orang yang mengaku dari perusahaan tersebut mengatakan akan menemui saya di Polda Sultra supaya saya sekaligus tidak bisa lagi pulang atau langsung di Penjara, Setelah itu teleponnya mati. Pasca telepon mati, sayapun coba melakukan penelusuran untuk nomor tersebut melalui aplikasi. Dan setelah itu, sayapun mengetahui bahwa orang yang tadi habis telepon saya, bernama Pak Dydit,” bebernya.

Pihaknya juga menyesalkan aduannya terkait dugaan ilegal mining PT. Rajawali dan CS8 yang sudah memasuki bulan ketiga belum ada perkembangan, dan untuk itu pihaknya akan mengadukan hal tersebut ke Bareskrim Mabes Polri.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button