Berita

Ketua BEM FKIP UHO : Kapolri Lemah Bila Tak Berani Copot Kapolda Sultra

Kendari, kendarikini.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Haluoleo (UHO) menganggap Kapolri lemah apabila tak berani mencopot Kapolda Sultra, pasalnya sangatlah pantas untuk dicopot terdapat banyak kasus-kasus yang terjadi di sultra diduga sampai hari ini tidak dapat diselesaikan. Mulai dari kasus Penembakan Mahasiswa Pada Tgl 26 September 2019 yg lalu, Pembacokan Mahasiswa Universitas Halu Oleo, Penangkapan Masyarakat kecil yg diduga menyebar video Hoax 49 TKA China Masuk ke sultra, (9/4)

Ketua BEM FKIP UHO Rolin mengatakan ditambah lagi kasus yg menjerat Kapolda Sultra yang diduga telah menyesatkan publik dengan memberikan informasi Hoax terhadap masyarakat terkait kedatangan TKA China Pada Minggu (15/3).

“Tindakan tersebut patut diduga telah menyebarkan berita yg melanggar pasal 14 ayat (2) UU No. 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana “Barang siapa menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan, yang dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, sedangkan ia patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong, dihukum dengan penjara setinggi-tingginya tiga tahun” jelasnya saat dihubungi via whatsApp

Kemudian dalam pasal 15 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1946 ” Barang siapa menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap, sedangkan ia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga, bahwa kabar demikian akan atau mudah dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya dua tahun”.

Lanjutnya Tidak hanya itu kapolda sultra diduga melakukan pelanggaran disiplin anggota Polri, seperti yang diatur dalam Pasal 3 huruf G, Pasal 4 huruf a, Pasal 5 huruf a, PP RI nomor 2 tahun 2003.

Proses Hukum terhadap kapolda sultra harus berjalan, sebagai pimpinan tertinggi dari Institusi Polda Sultra dan warga Negara yg baik harus taat dan tunduk terhadap hukum yang berlaku.

“Olehnya itu saya mendesak Kapolri Untuk Mencopot Kapolda Sulawesi tenggara yg kami nilai lemah dalam menuntaskan kasus-kasus yg terjadi pada Sulawesi Tenggara. Kemudian sesegara mungkin untuk memproses hukum Kapolda Sulawesi Tenggara yg diduga telah menyesatkan publik dengan memberikan berita hoax” tutupnya.
(KL)

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button