Pendidikan

Klarifikasi Pihak Kampus Atas Video yang Sempat Viral

Kendari, Kendarikini.com – Terkait adanya dua video viral yang mempertontonkan sejumlah mahasiswa yang sedang dibasis di pantai Kendari, pihak Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oloe (UHO) mengaku tidak tahu menahu dengan kegiatan tersebut.

Dekan FKIP UHO, Jamiluddin menegaskan bahwa sejak tahun 2017 lalu, pihaknya tidak pernah lagi memberikan izin kepada mahasiswa untuk melakukan kegiatan LDK. Pihak Fakultas juga tidak pernah memberikan anggaran untuk pelaksanaan kegiatan LDK tersebut.

“Kami juga kaget lihat itu video, padahal kami tidak pernah tahu dan tidak pernah beri izin untuk kegiatan LDK”, ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya hanya akan memberikan izin dan anggaran untuk pelaksanaan kegiatan yang bersifat akademik sesuai dengan jurusan masing-masing.

“Kalau kegiatan yang bersifat akademik sudah pasti kami akan dukung dan kami akan fasilitasi, karena itu akan menunjang perkembangan jurusan”, tegasnya.

Sementara itu, Ketua Jurusan Pendidikan Ekonomi FKIP UHO mengatakan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi FKIP.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 2 hari (Sabtu-Minggu) 28 Februari sampai 1 Maret 2021 di Pantai Nambo, Kota Kendari dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Jumlah peserta sekitar 79 orang mahasiswa/ mahasiswi UHO FKIP Jurusan Pendidikan Ekonomi angkatan tahun 2020.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari kreatifitas mahasiswa untuk membina mental dan keakraban antara mahasiswa senior dan junior di jurusan. Ia juga mengaku hadir saat pembukaan kegiatan. Namu, saat memberikan sambutan saat pembukaan, ia menegaskan kepada seluruh panitia untuk tetap dilaksanakan secara baik dan menghindari kekerasan.

“Saya sebagai orang tua mereka dan ketika saya diundang pasti saya hadir untuk memberikan pengarahan. Saya hadir di sana (Pantai Nambo) sudah jam 7 malam. Tapi saya juga tidak mengikuti keseluruhan rangkaian kegiatannya”, katanya.

Ia juga mengakui bahwa secara institusi memang kegiatan tersebut tidak memiliki izin dari pihak kampus.

“Tapi kita juga sebenarnya tidak ingin langsung mematikan kreatifitas anak-anak. Karena anggaran kegiatan itu mereka cari sendiri bahkan mereka sampai menjual selama beberapa bulan untuk membiayai kegiatan itu. Saya kira kalau kita pernah melewati hal ini pasti pahamlah”, ungkapnya.

Ketua HMJ Pendidikan Ekonomi FKIP UHO, ilon Saputra mengatakan bahwa kegiatan merupakan proses pembentukan karakter dan mental bagi mahasiswa baru angkatan 2020.

“Terkait dengan kegiatan ini kami tidak bermaksud mencederai dan menyakiti adik-adik”, ungkap Ilon.

Ketua angkatan 2020 yang merupakan salah satu peserta kegiatan tersebut menjelaskan bahwa mereka tidak menyangka bahwa kegiatan ini akan seviral ini karena mereka sama sekali tidak merasa keberatan dengan adanya kegiatan ini menurutnya kegiatan ini juga di anggap bagian dari proses

“Saya agung damar Triadi ketua angkatan 2020 menegaskan bahwa Vidio 1 menit 48 detik yang beredar itu bukan penganiyayan tetapi itu adalah pembentukan karakter dan pembentukan mental saya juga berterima kasih kepada senior saya yang telah melaksanakan kegiatan tersebut karena dengan kegiatan tersebut mental dan karekter kami bisa terbentuk sebagai mahasiswa” tegasnya.

Sebelumnya, beredar sebuah potongan video viral berdurasi 1 menit 48 detik dan 17 detik yang diduga adanya perlakuan kekerasan terhadap peserta LDK.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button