Berita

Mahasiswa Menjerit, DEMA IAIN Kendari ; Kami Tantang Rektor Jika Berani Turunkan UKT

Kendari, kendarikini.com – Akibat Pandemi yang melanda hampir di semua belahan dunia tentunya hal ini berdampak pada semua sektor, tanpa terkecuali disektor pendidikan dan hal ini akan terasa berat bagi orang tua yang sedang membiayai pendidikan anak anaknya terlebih lagi jelang pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), (12/9).

Di tambahlagi belum adanya kejelasan dari pihak penentu kebijakan baik itu dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) maupun Kementrian Agama (Kemenag) hal ini sontak memberikan tanda tanya besar kepada ratusan ribu mahasiswa di seluruh tanah air.

Menyikapi hal tersebut Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Kendari melalui Sekretaris Jenderalnya Muh Sulhijah angkat bicara ia menyampaikan bahwa pengurangan UKT mahasiswa itu sifatnya sangat urgen dan mendesak kepada Kementrian Agama harus segera membuat kebijakan.

“Menurunkan UKT itu sifatnya sangat urgen jangan lagi di olor olor dan kami mendesak kepada Kementrian Agama harus segera membuat kebijakan terkait penurunan UKT mahasiswa”.

Ia juga menegaskan bahwa Kementrian Agama berhenti mempermainkan mahasiswa jangan lagi membuat kebijakan karet, ia menilai bahwa tindakan itu adalah tindakan yang tidak beradab dan melukai perasaan generasi bangsa.

Perlu diketahui sebelum bahwa Kementrian Agama telah mengeluarkan surat dengan Nomor B-752/DJ.I/HM.00/04/2020 tentang pemberian diskon UKT kepada mahasiswa di semua jenjang study sebesar 10% dan kemudian di batalkan melalu Surat dengan Nomor B-802/DJ.I/PP.00.9/04/2002.

Mantan Ketua Umum UKM Pers IAIN Kendari ini juga mengampaikan bahwa semestinya sebagai Rektor yang peduli terhadap mahasiswanya harus bersikap pro aktif jangan menunggu bola sebab ini adalah tuntutan mahasiswa.

“Jangan seolah olah mahasiswa di jadikan sebagai sumber garapan tidak benar itu dan harus kita lawan” Imbuhnya.

Ia juga menegaskan menantang Rektor IAIN Kendari jika berani mengambil kebijakan dalam menurunkan UKT.

“Kementrian Agama itu lelet dan tukang prank, maka sebagai orang tua yang mencintai anaknya kami menantang Rektor IAIN Kendari jika berani mengambil kebijakan dalam menurunkan UKT Mahasiswa, apa susahnya membuat aturan peralihan saya kira rektor juga punya hak progratif selama itu sifatnya urgen dan bisa di pertanggungjawaban kenapa mesti bingung” tutupnya.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button