Opini

Mengenal Corona Virus Pada Anjing dan Kucing

Penulis: Drh. Putu Nara Kusuma Prasanjaya

Mahasiswa Pasca Sarjana Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo
Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Sulawesi Tenggara

Tepat pada desember 2019 dunia dikejutkan dengan kemunculan jenis virus baru, Hasil konfirmasi para ahli bahwa virus ini masuk dalam keluarga Corona Virus, yang saat ini dikenal dengan CoVID-19/SARS-COV 1.

Virus ini pertamakali mewabah di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok, sehingga oleh sebagian orang disebut dengan wuhan corona virus. Sejak awal tahun 2020 penyebaran virus ini sangat cepat hingga kebeberapa negara, bahkan menimbulkan peningkatan penderita setiap harinya.

Mobilisasi masyarakat yang tinggi menjadi salah satu faktor pendukung transmisi/penularan covid-19 ini, terutama mobilisasi perorangan maupun kelompok dari daerah/negara yang terdapat wabah. Beberapa wilayah di Indonesia ditetapkan dalam status KLB (Kejadian Luar Biasa) Covid-19.

Di Indonesia COVID-19 pertama kali dilaporkan pada tanggal 2 Maret 2020 sebanyak 2 kasus. Muncul berbagai reaksi kepanikan dan rasa khawatir dari masyarakat akan penularan Covid-19, termasuk para pemilik hewan kesayangan (anjing dan kucing).

Kekhawatiran tersebut berupa hewan kesayangan dapat menularkan COVID-19 kepada mereka (pemilik). Reaksi yang dapat muncul akibat kekhawatiran tersebut dapat berupa tindakan-tindakan yang bertentangan dengan kesejahteraan hewan bahkan memungkinkan penelantaran anjing dan kucing. Yang menjadi pertanyaan saat ini adalah:”Apakah anjing dan kucing dapat menularkan Covid-19 pada manusia?”

Berdasarkan informasi resmi dari WHO (World Health Organization) bahwa penularan covid-19 hanya terjadi dari kontak manusia dan manusia , OIE sebagai Badan Kesehatan Hewan Dunia juga turut memberikan pernyataan bahwa hingga saat ini belum terdapat data maupun bukti valid tentang penularan covid-19 dari hewan kesayangan pada manusia.

Hewan kesayangan sebenarnya dapat pula terinfeksi virus corona, hanya tipenya berbeda dengan covid-19. Coronavirus sendiri dibagi menjadi beberapa tipe, diantaranya: tipe alfa, beta, gamma, dan delta. Adapun yang menginfeksi pada hewan kesayangan berada pada genus: alfacoronavirus / corona virus tipe alfa dan tidak menular pada manusia.
Covid-19 yang menginfeksi manusia berada pada genus: betacoronavirus/ corona virus tipe beta, yang berada pada genus yang sama dengan SARS dan Mers. Penularan virus ini melalui droplet (percikan dari bersin,ludah, skutum),yang bilamana terkena mukosa pada mata,hidung, dan mulut dapat memudahkan infeksi. Selain itu juga penularan dapat terjadi melalui kontak dengan benda atau bahan yang terkontaminasi oleh virus tersebut.

Tanda-tanda umum adanya infeksi meliputi: gangguan pernafasn, demam, batuk, sesak nafas. Kasus yang lebih parah adanya infeksi ini menyebabkan pneumonia, sindrom pernafasan akut,gagal ginjal, bahkan kematian.
Untuk tipe gamma dan delta corona virus biasanya menginfeksi burung dan ikan. Belum terdapat laporan bahwa Coronavirus yang berada pada genus betacoronavirus ini dapat menular pada anjing dan kucing.

Alfacoronavirus yang menginfeksi anjing dikenal dengan CCoV (Canine Corona Virus) menyebabkan penyakit gastroenteritis . Kemunculan pertama kali CCoV atau corona virus pada anjing yaitu pada tahun 1971 laporan kasus diare parah pada anjing-anjing yang berada di Jerman. Pada kucing infeksi corona virus dikenal dengan nama FCoV (Feline Corona Virus) menyebabkan enteric corona virus dan FIP (Feline Infectious Peritonitis). Laporan kasus kejadian pertamakali muncul pada tahun 1963, pada kucing-kucing yang berada di Boston, Amerika Serikat. Gejala yang ditimbulkan pada kucing yang terinfeksi FIP ini pada saluran pencernaan yaitu terdapat pembesaran pada rongga perut kucing. Enteric corona virus umumnya mengakibatkan diare pada anak kucing.

Sedangkan FIP (Feline Infectious Peritonitis) , menurut para ahli FIP ini merupakan bentuk mutasi dari enteric corona virus. Terdapat 2 macam yaitu FIP basah (bilamana terdapat akumulasi cairan pada rongga dada dan perut kucing) dan FIP kering (bilamana terdapat pertumbuhan nodul pada organ internal kucing.

Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) berpesan agar masyarakat tidak perlu khawatir untuk memelihara anjing dan kucing, karna covid-19 tidak menginfeksi kedua hewan tersebut. Selain itu untuk mencegah penularan covid 19 dari manusia ke manusia PDHI menghimbau agar masyarakat selalu mencuci tangan menggunakan air dan sabun, menghindari kerumunan orang, dan stop makan daging satwa liar, karna bukan merupakan pangan bagi manusia. Walaupun anjing dan kucing tidak menularkan covid-19 kepada manusia, ada baiknya setiap akan kontak maupun sehabis kontak dengan anjing dan kucing pastikan mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun selama 20 – 30 detik. Kebiasaan mencuci tangan ini masuk dalam pola hidup bersih dan sehat (PHBS) yang terbukti efektif dapat melindungi diri anda dari bakteri, seperti: salmonella sp dan e.coli.

Sebagai para pemilik hewan kesayangan agar lebih bertanggungjawab terhadap peliharaannya. Beberapa langkah antisipasi agar anjing dan kucing terhindar dari corona virus tipe alfa diantaranya:
Memelihara dengan baik, tidak menelantarkan atau melepas liarkan anjing dan kucing peliharaan
Memberikan pakan dan multivitamin yang cukup pada anjing dan kucing
Periksa dan konsultasikan kesehatan anjing maupun kucing anda kepada Dokter Hewan.

Minta kepada Dokter Hewan langganan untuk melakukan vaksinasi secara rutin pada anjing dan kucing anda, agar terhindar dari infeksi berbagai virus.

Ayo jaga Kesehatan Anjing dan Kucing kita,Hewan sehat keluarga bahagia.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button