Politik

Mileneals Muna : Banyak Pertimbangan Menolak Haerul Saleh Sebagai PAW Gerindra Dapil Sultra

Muna, kendarikini.com – Duka cita yang dirasakan partai gerindra, setelah ditinggalkan oleh kader terbaiknya almarhum H. Imran (28/3), Ditengah kedukaan itu petinggi partai gerindra dalam hal ini DPP Partai Gerindra harus memilih Pengganti Antar Waktu (PAW) Partai Gerindra minimal mempunyai integritas dan loyalitas yang sama terhadap partai, (10/4)

Ketua Mileneals Muna Amin Tahir, SH mengatakan DPP Partai Gerindra harus selektif dalam menempatkan kader potensial pada posisi yang strategis dalam hal ini soal PAW, kami berharap DPP partai Gerindra memilih kadernya yang tepat dengan banyak pertimbangan.

“Kader yang militansinya dipertanyakan, secara otomatis akan menjadi ancaman bagi partai apabila ditempatkan pada posisi yang strategis, Kita lihat saja bagaimana kejadian beberapa tahun lalu, tepatnya pada saat kontestasi pilcaleg , caleg dari partai gerindra mencoreng nama baik partai setelah didapatkannya penggelembungan suara oleh salah satu caleg DPR RI partai gerindra Haerul Saleh” jelas Orex sapaan akrabnya.

lanjut Tokoh Pemuda Muna menambahkan saat Pak Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Partai Gerindra menyatakan dukungan Partai pada Pilgub Sultra ke Asrun-Hugua, Haerul Saleh mendukung figur lain, bukankah ini sikap melawan dan ibaratnya menampar muka Ketua dan kader Partai Gerindra serta parahnya di pertontonkan ke masyarakat Sultra yang melihat hal ini.

Di tempat yang berbeda Wakil Ketua Mileneals Muna Darius mengatakan setelah Haerul saleh gagal berkiprah di senayan, ia mendaftarkan diri sebagai anggota BPK RI pada tanggal 19 juli 2019, dalam pasal 13 undang-undang nomor 15 tahun 2006 tentang BPK RI memang tidak mensyaratkan harus mundur dari parpol pada saat pendaftaran, lain cerita ketika terpilih dengan secara otomatis harus keluar dari parpol atas dasar independensi lembaga terkait.

“Militansi dan loyalitas kader partai akan nampak ketika seluruh keputusan DPP partai selalu satu jalur bukan malah melawan arus, bahkan status keanggotaanya patut kita ragukan bersama, soalnya Haerul Saleh berani sekali mempertaruhkan status keanggotaanya saat mendaftarkan diri sebagai Calon Anggota BPK RI” paparnya.

“Banyak pertimbangan Haerul Saleh tidak layak mendapatkan posisi PAW Gerindra Dapil Sultra, dan apabila Haerul Saleh tetap menjadi PAW, takutnya Gerindra tidak bisa lagi menjadikan Sultra lumbung suaranya, pasalnya Haerul Saleh mendapatkan banyak penolakan baik dari Internal Partai dan masyarakat itu sendiri” tutupnya.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button