Ormas

Oknum Kader Lembaga Mahasiswa di Kendari UH, Berulah Lagi

KENDARI – Belum saja dimulai pemilihan Ketua Cabang Himpunan mahasiswa Islam (HmI) Kendari, polemik kembali terjadi kali ini terjadi antar jajaran HmI Komisariat Faperta UHO dan Saudara UH terkait isu pemalsuan tandatangan pada Surat Keputusan (SK) HMI kom. Faperta UHO periode 2020- 2021 M, Sabtu 4 Desember 2021.

Ketua Umum HmI Komisariat Faperta UHO Ruslin saat di temui awak media mengatakan bahwa issue itu tidak benar adanya karena SK kepengurusan Kami benar-benar ditandatangan oleh UH selaku Ketua Umum HmI cabang Kendari pada saat itu, maka dari itu sdr. Ujang hermawan sendirilah yang melantik kami.

“Inikan tidak logis, kalau memang kami palsukan tandatangan UH, mana mungkin dia hadir dan melantik kami. Jadi berkaitan dengan persoalan ini kami akan melaporkannya kepada pihak APH beserta dengan membawa bukti-bukti dokumentasi pelantikan tertanggal 18 maret 2020,” katanya.

Ia juga membeberkan bukan hanya itu, penyebab HmI cabang Kendari dicaratekerkan karena tidak becusnya UH melaksanakan tugas dan fungsinya selaku Ketua Umum HmI cabang Kendari.

“Yang perlu kami perjelas sikap 2 Anggota carateker, yang kami duga ikut terlibat langsung untuk memenangkan salah satu calon ketua umum HmI cabang Kendari, ini bisa kami buktikan dengan sikapnya yang langsung memutuskan bahwa rekom beserta SK. HmI Komisariat Faperta UHO di putihkan, jadi alasan mereka berdua rekom yang kami keluarkan untuk salah satu calon di gugurkan karena status HmI Komisariat Faperta UHO masih berpolemik dengan UH, padahal harapan kami begitu pula yang seharusnya dilakukan oleh 2 tim carateker tersebut menunggu hasil keputusan APH sebelum mengeluarkan keputusan, apalagi tanpa sepengetahuan koordinator Tim Carateker,” bebernya.

Ruslin juga meminta agar UH dipecat dari keanggotaan HmI, pasalnya UH diduga terlibat politik praktis.

“Kami meminta agar U H dipecat dari keanggotaan HMI cabang kendari, karena kami duga ikut terlibat pada salah satu parpol,” tegasnya.Pihaknya juga meminta kepada PB HmI untuk meminta mengganti dua anggota Carateker.

“Meminta kepada Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa islam (PB HMI) untuk kemudian menganti 2 Anggota carateker karena kami menduga mereka tidak netral juga lalai dalam melaksanakan tanggung jawab organisasi selaku tim carateker sehingga konfercab tidak segera dilaksanakan,” pungkasnya.

Terkait persoalan tersebut UH saat berusaha dikonfirmasi via Telepon dan WhatsApp enggan memberikan tanggapan.*****

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga
Close
Back to top button