Berita

Pemuda Lira Sultra : Duga Penganggaran Revitalisasi Kakao Kolaka Utara Beraroma Korupsi

KOLAKA UTARA – Lembaga Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sulawesi Tenggara (Sultra),menduga penganggaran revitalisasi kakao Kolaka Utara beraroma korupsi. Dan menganggap ada hal yang mendasari ada celah kerugian negara dan Daerah, sejak di gencarkannya Program Revitalisasi Kakao Kolaka Utara di tahun 2018 hingga saat ini, (8/4).

Ketua Pemuda Lira Sultra Nizar Adam, SE,ME, mengatakan ada muncul celah tindak pidana korupsi, tandasnya dari pemerhati Pembangunan sultra, hal ini di liat dari lebih dari 70% APBD kab kolaka Utara membiayayai Profram tersebut, dan ada pula DD dana desa menganggarkan Hal serupa terkait revitalisasi Kakao kolaka Utara, yang di mana revitalisasi ini melakukan pemangkasan dan Penanaman bibit kako, dengan berbagi metode pelaksanaanya yang ada hal ini sangatlah flesksibel.

“Namun dalam mempertanggungjawabkan tumpang tindih anggaran APBD dan DD itu yang sangat signifikan celah korupsi dimana ada dua mata anggaran yang mekakukan kegiatan yang sama, cenderung flesksibel di tambah lagi di tahun 2018 pemerintah Pusat melalui Kepmentan mengangarkan sebesar 5.5 trilun atau sebenayak 1.5 jt bibit kakao atau sebanyak 3.542 hektar, belum ada hasil Kejalasan penanaman bibit” jelasnya saat dihubungi via telepon

Lanjutnya saya anggap ini krusial, karna 1.5 jt bibit itu dapat habis terpakai selama 4 tahun dengan luasan tersebut, saya anggap ini semakin runcing dengan masuk di RPJMD kab kolaka Utara dengan Bajet kebutuhan 700 miliar, saya minta pihak Kepokisian, Kejaksaan dan KPK memeriksa terkait Revitalisasi Kakao Kolaka Utara yang penuh tumpang tindih anggaran revitalisasi.

Karena ironisnya dianggarkan tiap tahunnya sebesar 70% dari APBD kolaka Utara, ini cenderung potensi kebocoran APBD sangat lah besar, kami harap ada audit dan Investigasi dulu dari Pihak berwenang, mana bibit APBD, mana bibit DD, Mana Bibit KEPMENTAN, jangan sampai ada bibit bantuan malah di claim hasil APBD, ataukah sebaliknya DD yang melakukan pengadaan malah APBD yang di anggarakan, saya anggap 5.5 triulun itu cukup fantastis di sondinkan dengan 700 miliar,” tutupnya.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button