Puisi

Perempuan Itu Beta Panggil Mama

Goresan Pena: Risno Ibrahim

Perempuan itu beta panggil mama
Tanpa pemanis
Perempuan bunga pala
Harapan beta

Waktu masih pagi
Beta ingat
Daun pandang masih harum
Sajadah baru dilipat

Mama tampak sibuk
Dengan seragam kusut
Tanpa aba-aba
Hilang dibalik pohon sagu

Kala petang tunggu di pintu dapur
Dimana ia hilang
Disitu ia datang
Di atas kepala penuh hasil hutan

Mari makan
Suara rutin setiap malam
Setelah mama bakar cinta
Lalu hidangkan di meja

Malam kian larut
Beta ingin melihat mimpinya
Menyelinap diam-diam
Ada apa disana?

Tidur, besok adalah kekuatan, pesannya
Beta tahu ini pelajaran hidup
Tidak ada di buku
Tidak ditulis di papan

Panduannya langit yang terbentang
Ia baca
Tanpa suara
Ia merasa

Perempuan itu murid semesta
Gelar tertingginya melayani
Dari harum
Sampai ranum

Dia tidak pernah menagis
Barangkali pernah
Tapi tak ada yang melihat
Bagaiama bisa sekuat itu?

Mimpi memberi kekuatan, katanya.
Beta ingin tahu mimpinya
Menyelinap diam-diam
Ada apa disana?

Tidak ada siapa-siapa
Selain beta
Sekarang beta tahu
Mimpinya itu beta.

(Puisi ini dipersembahkan oleh Risno Ibrahim untuk ulang tahun ibunya yang ke-65, Kamis 21 Mei 2020)

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga
Close
Back to top button