Opini

Perihal Virus Covid 19

Oleh : Rahmat Anzari Kabid PSDA BADKO HMI SULSEL BAR

Selama ribuan tahun jawaban pertanyaan ini tetap tidak berubah. Tiga masalah yang sama menyibukan pikiran orang cina abad ke-20, orang india abad pertengahan dan orang mesir kuno : kelaparan, wabah, dan perang selalu ada dipuncak daftar. Generasi demi generasi manusia sudah berdoa kepada Tuhan dan telah menemukan tak terhitung alat, institusi dan system, tetapi mereka terus mati dalam jumlah jutaan kelaparan, epedemi dan kekerasan.

Banyak pemikir telah menyimpulkan bahwa kelaparan, wabah dan perang telah menjadi bagian integral dari rencana kosmis tuhan atau karena alam kita yang memang belum sempurna? Dan sampai akhir dunia pun kita tidak akan terbebas dari semua itu.

Wabah kembali terulang diabad 21 kita kenal novel coronavirus (COVID-19) Secara global yang telah terjangkit virus Corona mencapai 199 negara/kawasan dan terkonfirmasi 446.915 kasus dan 21.031 meninggal. Sementara di Indonesia updatemutakhir (26/03), sebaran kasus positif Covid-19 telah meluas hingga di 27 provinsi. Jumlah total yang terjangkit secara nasional terkonfirmasi lebih dari seribu kasus atau tepatnya sebanyak 1.046 kasus, dirawat 913, 87 meninggal dan 46 sembuh. Pulau Jawa adalah wilayah tertinggi angka positif Covid-19 dengan rincian; DKI Jakarta (598), Jawa Barat (98), Banten (84), Jawa Timur (66), Jawa Timur (59) dan Jawa Tengah (40) dan sul sel (65) dan data ini diprediksi akan terus bertambah. Secara khusus untuk DKI Jakarta, berdasarkan simulasi akan bisa mencapai 6.000 sampai 8.000 yang positif terjangkit Covid-19 dalam skenario terburuk apabila dalam penanganan yang tidak efektif.

Dengan mewabahnya virus Corona tersebut, pada dasarnya telah menjadi ancaman serius bagi dunia khususnya Indonesia.

Kerugian yang ditimbulkan berdampak pada kesinambungan pembangunan khususnya dalam aspek ekonomi, sosial, pendidikan, politik itu sendiri. Dari sisi ekonomi misalnya, Indonesia tidak akan lepas dari keterkaitan dengan perkembangan ekonomi global akibat pandemi ini yang berdampak luas di hampir semua negara. Dampak kerugian ekonomi dinilai lebih besar jika dibandingkan dengan dampak perang dagang Amerika Serikat dengan Tiongkok. Pada dasarnya perang fisik yang dilakukan cost yang keluarkan lebih besar, Apakah ini perang biologi lebih efektif dan efeisien?

Sabun cuci corona mati, Apa yang diresahkan?
Virus yang berasal dari wuhan cina, saat ini pandemi corona semakin meluas keseluruh dunia. Di Indonesia saja semakin hari bertambah. Menurut epidemologi kesehatan masyarakat dari Harvard T.H Chan School, Marc Lipsitch, Covid-19 diperkirakan dapat menginfeksi 40-70% dari populasi diseluruh dunia.

Bagaimana sih covid-19 ini bertahan apakah mampu bertahan diudara ? asumsi bahwa virus dapat bertahan diudara dan mengambang-ngambang berapa jam itu jelas salah,virus perlu media untuk bertahan hidup karena virus tidak akan memperbanyak diri diluar tubuh manusia. Kecuali masuk dalam tubuh baru bisa memperbanyak lebih banyak.

Contoh kasus di depok Virus covid-19 terjangkit ditubuh manusia ketika pasien dirawat selama 16 hari ada 3 pasien akhirnya sembuh atau negatif, status positif artinya satus yang tidak tetap, seiring peningkatan kekebalan tubuh , hari ini terinfeksi kemudian hari ketujuh masih tetap positif nanti dihari kesepuluh antibody sudah banyak dan pucak produksi antibody tubuh berada di 14 hari sehingga dihari ke 14 virusnya akan habis semua dinetral oleh antibody kita.

Jadi kunci untuk tidak terjadi covid19 dengan menjaga imunitas dan jaga jarak, diera revolusi industry 4.0 ini masyarakat menggunakan HP sebagai sarana komunikasi hingga mendapatkann informasi group whatshap begitu massifnya pemberitaan tentang covid-19, pada saat kita membaca pemberitaan tersebut kita akan stres, panik, tidak mau makan, minum, beraktivitas tidak enak dengan itu semua sehingga anti body kita akan tidak baik atau menurun, dengan pola hidup sehat dan bersih maka kita akan memproduksi antibody dengan baik.

Media yang cocok virus ini dikatakan droplet, butiran-butiran air yang keluar ketika bersin atau batuk jaraknya 1-2 M, semakin dingin suasana maka droplet semakin bagus sebagai wadah corona, itulah konsep awalnya mengapa kita harus menjaga jarak Psycal Distancing agar memutuskan mata rantai covid-19. Dan kelebehihannya covid-19 hanya penyebarannya yang cepat.

Dan virus ini punya banyak kelemahan dia hanya bisa bertahan di droplet. Virus ini tidak dapat bertahan di suhu panas maka dianjurkan untuk berjemur. Droplet ini pula ketika berada disuatu tempat kemudian langsung dibersihkan disinfektan, sabun, detergen dan cuci tangan pake sabun maka virus itu akan hancur seketika.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button