Berita

PMII, Sesalkan Laporan Ketua PPNI Bombana Yang Tak Terima Di Kritik

Bomabana, Kendarikini.com – Sebelumnya
(26/5) sebuah akun bernama “Adin Laliddon” membagikan postingannya di akun media sosial Facebook miliknya. Postingan yang memuji pemerintah kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara dalam soal penanganan Covid 19 dalam bentuk kritikan. Mengapa tidak dalam postingannya yang mempertanyakan mengapa bisa pemerintah kabupaten Bombana dalam hal ini tenaga medis yang begitu super power dapat menyembuhkan pasien yang terdampak atau positif Covid 19.

Ketua Kaderisasi PMII Kendari Alwin Mahyudin mengatakan jelas dalam postingan bahwa ia mengutip pernyataan dari Dr. Alisson Pittard seorang dekan Fakultas Kedokteran kesehatan intensif di Inggris mengatakan bahwa pasien Pandemi Covid 19 bisa sembuh dalam waktu 12 atau 18 bulan. Nah dari sini kita bisa mulai melihat bahwa melihat hal yang sangat jarang tersebut sudah hal yang sangat wajar jika seorang pemuda asli Bombana mempertanyakan hal yang jarang terjadi bahwa tak terjadi di negara yang superior seperti amerika, China dan negara-negara yang terdampak virus corona.

“Didalam UUD 1945 pasal 28 E ayat 3 mengatakan bahwa setiap warga negara berhak mengeluarkan pendapat di hadapan umum. Namun pada kenyataannya UUD 1945 yang telah di canangkan oleh founding father kita hanya dongeng belaka yang di belakang kita para penegak hukum atau pemerintah kita asyik bermain piala sekrup dan menjatuhkan sekrupnya di mulut orang yang mengkritisi nya. Hal ini terjadi di persatuan perawat nasional Indonesia (PPNI) kabupaten Bombana dengan merasa kalau mereka telah dilecehkan dan di tuduh sesuai dengan surat mereka perihal Aduan Indikasi Penyalahgunaan ITE dengan nomor : 040/DPD-PPNI/S/K.S/V/2020” jelasnya.

Melihat ini miris bukan.? Kembali kesejarah bagaimana seorang Soe Hoek Gie pernah berucap “ Orang yang tidak terima kritikan mending masuk ke tong sampah saja “. Wajar jika seorang melakukan kritik sehingga disini jelas bahwa atas nama Pribadi sebagai seorang mahasiswa dan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) merasa miris melihat kenyataan yang ada. Setiap orang patut berpendapat apalagi berkaitan dengan hal yang lagi viral alias Covid 19.

Seharusnya Ketua PPNI harus menjelaskan mengapa 49 orang pasien positif Covid di Bombana sembuh dalam jangka waktu yang cepat. Bukan malah bawa perasaan (Baper) atau merasa di lecehkan. Jika kritikan di tanggapi dengan positif ini akan menjadi sebuah prestasi di Indonesia bahkan di dunia dengan catatan penanganan Covid super cepat.

Kami juga dari PMII Kota Kendari sangat menyangakan jika ada salah satu kader apalagi unsur pimpinan PKC PMII Sultra dalam hal ini Ketua 2 di laporkan dengan alasan melecehkan instansi para medis kabupaten Bombana. Sehingga jika kritik di larang, suara di bungkam di tuduh melecehkan dan subversif maka hanya ada satu kata LAWAN.

Untuk itu kami meminta kepada Ketua PPNI Kabupaten Bombana untuk mencabut surat laporan nya dan memberikan klarifikasi mengapa pasien Covid 19 di Bombana sangatlah cepat sembuh hal ini agar masyarakat bisa paham dan bisa di jadikan suatu studi kasus penanganan Covid 19 di Indonesia

Di tempat yang berbeda Sekertaris Umum PC PMII BOMBANA Andi Effendi sedikit geram dengan laporan PPNI Bombana atas tudingan pencemaran nama baik profesi terhadap pemilik akun fb Adin Laliddon

Menanggapi pelaporan Ketua eksternal Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Tenggara, di Polres bombana oleh Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Bombana dengan dalih pencemaran nama baik profesi. Andi Effendi sebut PPNI gagal paham dan salah kaprah dalam menanggapi kritikan.

Andi Effendi menegaskan, untuk tidak membungkam aspirasi dan nalar berpikir masyrakat, dan menilai Ketua PPNI Kabupaten Bombana terlalu baper dan seakan-akan anti kritik aplagi harus transparan. dalam menanggapi status sahabat adin laliddon yang sifat nya sebagai kritikan.

“Jelas yang disampaikan oleh sahabat Musmulyadin melalui akun Facebooknya yang bernama adin laliddon ( ketua eksternal PMII sultra). melalui akun facebooknya yang mengajak kepada seluruh masyarakat untuk kemudian secara bersama – bersama mengawasi anggaran penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Bombana yang angkanya cukup fantastis mencapai sekitar kurang lebih 48 M. Kalau anggaran sebanyak ini tidak di awasi secara bersama – sama besar kemungkinan terjadi Koprupsi, Kolusi dan Nepotisme,” ungkapnya

Menurut Andi Effendi, Sahabat Adin hanya membangun asumsi untuk diskusi mengenai covid-19 di bombana karna Covid-19 sangat mencekam psikologi masyarakat hari ini.

“Kritikan ini saya rasa adalah hal yang wajar agar ada keterbukaan publik dalam penganan Covid-19, apalgi terkait anggaran yang begitu besar, Sangat di sayangkan PPNI Kabupaten Bombana telah gagal dalam memahami konteks berdemokrasi yang sehat dan anti kritik masyrakat. padahal kritikan itu adalah nutrisi untuk setiap profesi, guna selalu berbenah agar menjadi lebih baik lagi” imbuhnya.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga
Close
Back to top button