Berita

PMII Sultra : Isolasi Wilayah dan Tak Bisa Keluar Rumah Pemprov Sultra Harus Pastikan Kebutuhan Hidup Masyarakat

KENDARI – Beberapa daerah di indonesia telah mewacanakan untuk menerapkan kebijakan melaksanakan karantina wilayah demi memutus rantai penyebaran covid-19 yang semakin masif dan melonjak setiap waktu. Tak terkecuali Sulawesi Tenggara yang membatasi aktivitas pergerakan orang dalam daerah, atau dengan istilah Isolasi terbatas.

Ketua Pengurus koordinator Cabang ( PKC ) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia ( PMII ), Sulawesi Tenggara, Erwin Gayus mengungkapkan bahwa kebijakan yang diambil oleh beberapa daerah terkhusus Wilayah Sulawesi Tenggara harus memperhatikan beberapa faktor yang bersifat Urgen, (1/4).

“Seperti yang kita ketahui bahwa beberapa daerah di Indonesia wabilkhusus wilayah Sulawesi Tenggara akan melakukan pembatasan aktivitas gerakan keluar masuknya orang maupun aktivitas kegiatan orang dalam daerah diwaktu tertentu, sehingga ini mengakibatkan beberapa orang yang menggantungkan hidupnya diwaktu yang di batasi oleh pemerintah tersebut tidak dapat mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhannya” Ungkap Erwin saat dihubungi via WhatsApp

Dikutip dari Tribunnews.com, Gubernur Se- Sulawesi akan melaksanakan Isolasi terbatas, yakni pembatasan pergerakan orang dalam wilayah, namun tidak dengan barang dan jasa, mulai Pukul 18.00 Sore hingga Pukul 06.00 pagi.

Untuk itu menurut Erwin, Pemerintah harus hadir dengan mengeluarkan Regulasi terkait pemenuhan kebutuhan masyarakat ditengah upaya penanganan Covid-19 ini, sehingga masyarakat menengah kebawah yang merasakan efek dan terbatasnya kemampuan mereka dalam kebijakan ini dapat terpenuhi kebutuhannya

“Ada hal yang tak boleh luput dari pemerintah, bahwa terhindarnya masyarakat dari penyebaran Covid-19 ini sama pentingnya dengan terpenuhinya kebutuhan mereka saat diberlakukan isolasi terbatas atau pembatasan pergerakan orang dalam wilayah, Dikarenakan ini soal keberlangsungan hidup masyarakat, Sehingga pemerintah harus membuat Regulasi khusus terkait hal tersebut sembari masyarakat saling bahu membahu membantu masyarakat yang kesulitan memperoleh kebutuhan pokok,” tambahnya.

Untuk diketahui, bahwa peta penyebaran Covid-19 di Indonesia, Sulawesi Tenggara masuk dalam Zona merah, dengan jumlah suspect positif corona sebanyak 3 orang, dan 1 orang Pasien Dalam Pengawasan ( PDP) meninggal dunia dimana statusnya masih menunggu hasil dari laboratorium apakah positif atau negatif.***

kendarikini.com

Update Berita Kendari Hari Ini

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button